Antisipasi Cuaca Ekstrem Saat Nataru, Jatim Terapkan Modifikasi Cuaca

Eka Rimawati - detikJatim
Senin, 29 Des 2025 19:00 WIB
Gubernur Khofifah di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi/Foto: Eka Rimawati/detikJatim
Banyuwangi -

Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kerap identik dengan cuaca ekstrem. Intensitas hujan tinggi terjadi hampir setiap hari dan merata di sejumlah wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menyiapkan langkah pengendalian melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan, upaya OMC telah dilakukan sejak 5 Desember 2025 dan dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2025. Hal itu disampaikannya usai melakukan pemantauan udara dan meninjau sejumlah titik pelayanan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi.

Menurut Khofifah, potensi hujan pada Januari 2026 diperkirakan lebih tinggi dibandingkan Desember, sehingga operasi modifikasi cuaca masih dibutuhkan untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem.

"Nanti Januari kita sedang komunikasikan dengan BPK karena intensitas hujannya hampir tiga kali lipat dari bulan Desember," jelas Khofifah, Senin (29/12/2025).

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda Jawa Timur, Khofifah menyebut distribusi curah hujan tertinggi justru terjadi pada awal 2026.

"20% curah hujan itu di bulan Desember, 58% menurut BMKG Juanda itu akan turun di bulan Januari dan 22% akan turun di bulan Februari," tegas Khofifah.

Untuk menghindari dampak cuaca ekstrem, Pemprov Jatim telah menyiapkan sejumlah strategi mitigasi. Khofifah pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta berikhtiar melalui doa agar Jawa Timur terhindar dari bencana selama musim hujan.



Simak Video "Video: Pramono Bakal Gandeng BMKG-BNPB Modifikasi Cuaca"

(abq/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork