Canggih! Damkar Surabaya Kini Punya 2 Robot Pemadam Kebakaran Rp 18 M

Canggih! Damkar Surabaya Kini Punya 2 Robot Pemadam Kebakaran Rp 18 M

Esti Widiyana - detikJatim
Jumat, 26 Des 2025 13:20 WIB
Simulasi robot Fire Fighting Robotic baru milik Damkar Surabaya ketika menyemprot.
Fire Fighting Robotic baru milik Damkar Surabaya/Foto: Esti Widiyana/detikJatim
Surabaya -

Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya kini memiliki dua unit Fire Fighting Robotic anti-ledakan untuk membantu penanganan kebakaran berisiko tinggi. Kehadiran robot ini memungkinkan pemadaman dilakukan tanpa harus menerjunkan personel ke area yang membahayakan.

Selain dua unit robot, armada Damkar Surabaya juga diperkuat dengan satu unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat, tiga unit mobil pemadam Compressed Air Foam System (CAFS) berkapasitas 3.000 liter, serta dua unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 liter.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan, keselamatan personel menjadi prioritas utama, terutama saat menghadapi kebakaran di kawasan industri atau lokasi yang terpapar bahan kimia berbahaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami meluncurkan unit Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat dan dua unit robot pemadam. Tujuannya jelas, kita sering menghadapi kebakaran di lokasi yang penuh zat kimia, yang sangat membahayakan nyawa petugas. Jika kondisi sudah tidak memungkinkan bagi personel untuk masuk ke area industri atau kimia tersebut, maka robot-robot inilah yang akan kita kirim sebagai garda terdepan," kata Eri kepada wartawan di Balai Kota Surabaya, Jumat (26/12/2025).

ADVERTISEMENT

Mobil pemadam Hazmat ini juga dilengkapi Hyperbaric Chamber yang berfungsi membantu pemulihan fisik petugas setelah terpapar asap dan zat kimia berbahaya, sehingga risiko gangguan kesehatan akibat kekurangan oksigen dapat diminimalisir.

Simulasi robot Fire Fighting Robotic baru milik Damkar Surabaya ketika menyemprot.Simulasi robot Fire Fighting Robotic baru milik Damkar Surabaya ketika menyemprot. Foto: Esti Widiyana/detikJatim

"Setelah petugas selesai menyemprot dan melepas baju Hazmat, mereka bisa langsung masuk ke sana untuk pemulihan oksigen. Saya sangat memikirkan nasib teman-teman pemadam. Ketika mereka rela mengorbankan diri demi orang lain, maka tugas kita adalah menjaga mereka agar tetap sehat dan bisa kembali ke keluarga dalam keadaan selamat," jelasnya.

Sementara itu, Kepala DPKP Kota Surabaya Laksita Rini Sevriani menyebut penggunaan robot pemadam kebakaran menjadi langkah strategis untuk menggantikan peran manusia di lingkungan yang sangat berbahaya. Robot yang dikendalikan dari jarak jauh ini dirancang untuk menangani kebakaran gedung tinggi, ruang bawah tanah, gudang amunisi, kilang minyak, hingga area terpapar bahan kimia atau ancaman bom.

"Dengan material tahan air dan ledakan, robot ini mampu mendaki kemiringan ekstrem hingga 42 derajat dan melewati rintangan setinggi 60 sentimeter," kata Rini.

Robot pemadam tersebut juga dilengkapi water monitor yang mampu melontarkan air atau busa hingga jarak 90 meter. Selain itu, terdapat tiga kamera pantau, kamera pendeteksi panas, sensor gas berbahaya, serta fitur bi-directional voice untuk memantau kondisi suara di sekitar lokasi.

"Dengan jangkauan kendali hingga 900 meter dan daya tahan baterai selama empat jam, robot ini menjadi garda terdepan dalam meminimalisir risiko jatuhnya korban jiwa dari sisi petugas pemadam," ujarnya.

Keunggulan lain terdapat pada Mobil Pemadam Kebakaran Hazmat yang berfungsi sebagai alat pemadam sekaligus pusat komando. Kendaraan ini dilengkapi ruang kendali untuk memonitor arah angin, suhu, dan sebaran zat berbahaya.

"Mobil Hazmat ini dibekali perlengkapan medis canggih seperti Hyperbaric Chamber, alat dekontaminasi untuk korban maupun petugas, serta alat pelindung diri (APD) lengkap dari level A hingga D," jelasnya.

Mobil Hazmat tersebut juga memiliki detektor gas untuk mengidentifikasi jenis zat kimia secara akurat sebelum petugas melakukan pemadaman.

"Untuk mendukung operasional jangka panjang di area terpapar, mobil ini juga menyediakan fasilitas pengisian tabung SCBA portabel dan perangkat komunikasi evakuasi mutakhir. Dengan integrasi teknologi robotik dan armada Hazmat yang mumpuni, Kota Surabaya kini memiliki standar baru dalam mitigasi bencana perkotaan yang lebih aman dan presisi," pungkasnya.

Diketahui, dua unit robot pemadam kebakaran senilai Rp 18 miliar tersebut didatangkan dari China dan telah melalui proses pengadaan sejak November 2025.




(irb/hil)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads