Waspada Gelombang Tinggi Ancam Perairan Jatim hingga 27 Desember 2025

Waspada Gelombang Tinggi Ancam Perairan Jatim hingga 27 Desember 2025

Aprilia Devi - detikJatim
Jumat, 26 Des 2025 07:00 WIB
Kapal feri tujuan ke Pulau Halmahera dengan latar awan gelap bersandar di Pelabuhan Ferry Bastiong, Ternate, Maluku Utara, Rabu (8/10/2025).Arus penyeberangan di pelabuhan tersebut terhambat cuaca buruk dan gelombang tinggi yang melanda wilayah perairan Maluku Utara sejak Selasa (7/10) pagi sehingga mengakibatkan penumpukan kendaraan karena waktu tempuh kapal ferry menjadi lebih lama hingga terhambatnya distribusi logistik ke daerah-daerah.ANTARA FOTO/Andri Saputra/bar
Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Andri Saputra)
Surabaya -

BMKG Maritim Tanjung Perak memprakirakan gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Jatim pada 24-27 Desember 2025. Ketinggainnya dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Adapun gelombang tinggi antara 2,5-4 meter berpotensi terjadi di Perairan Banyuwangi.

Sedangkan sejumlah wilayah perairan lain yakni Perairan Pacitan, Perairan Trenggalek, Perairan Tulungagung, serta Perairan Blitar berpotensi mengalami gelombang tinggi antara 1,25-2,5 meter.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Begitupun di Perairan Malang, Perairan Lumajang, dan Perairan Jember yang juga berpotensi mengalami gelombang tinggi 1,25-2,5 meter tersebut.

ADVERTISEMENT

Koordinator Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Ady Hermanto menyebut bahwa gelombang tinggi di wilayah perairan Jatim turut dipengaruhi kondisi sinoptik yang saat ini terjadi.

"Arah angin didominasi dari barat daya-barat dengan kecepatan antara 5-30 knot," ujar Ady saat dikonfirmasi detikJatim, Jumat (26/12/2025).

Selain itu, juga terdapat shearline atau belokan angin yang berkaitan dengan berkumpulnya massa udara di selatan Pulau Jawa.

"Kondisi ini dapat memicu potensi hujan ringan hingga sedang di wilayah perairan," beber Ady.

Oleh karena itu, Ady mengimbau agar masyarakat senantiasa waspada.

"Perahu nelayan bisa waspada jika kecepatan angin mencapai 15 knot serta tinggi gelombang 1,25 m," imbau Ady.

Selanjutnya kapal tongkang diingatkan untuk waspada apabila kecepatan angin di wilayah perairan mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 m.

"Sedangkan kapal ferry harus waspada jika kecepatan angin di wilayah perairan mencapai 21 knot serta diiringi tinggi gelombang mencapai 2,5 m," tukasnya.

Masyarakat pun diimbau untuk selalu mengikuti informasi terkini yang disampaikan oleh BMKG sebelum beraktivitas di wilayah perairan Jatim.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads