Pemerintah Kota Madiun memprediksi lonjakan kunjungan wisatawan selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Sebanyak 400 ribu hingga 500 ribu wisatawan diperkirakan akan memadati sejumlah destinasi wisata di Kota Pendekar.
Wali Kota Madiun H Maidi mengatakan, angka tersebut meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan libur Nataru tahun sebelumnya. Pada Desember 2024, jumlah kunjungan wisatawan tercatat mencapai sekitar 250 ribu orang.
"Target perkiraan pengunjung Desember 2025 ini 400 ribu hingga 500 ribu. Desember Tahun 2024 lalu mencapai 250 ribu pengunjung semua hotel penuh," jelas Maidi, kepada wartawan Rabu (24/12/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurit Maidi, pihaknya telah memberikan himbauan kepada semua pemilik hotel dan restoran untuk menyambut wisatawan. Kantong parkir juga telah disiapkan di banyak titik.
"Hotel restoran semua siap. Kantong parkir insyaallah sudah cukup memadai di berbagai titik yang mudah di akses untuk menuju lokasi wisata kota Madiun," jelas Maidi.
Maidi menambahkan, titik kunjungan wisatawan yang berada di kawasan PSC selama 24 jam akan dijaga utamanya pergantian malam tahun baru. "Kawaaan PSC yang ada miniatur ikon berbagai negara selalu di jaga 24 jam utamanya saat pergantian malam tahun baru," tandas Maidi.
Sementara itu, Kapolres Madiun Kota AKBP Wiwin Junianto Supriyadi mengatakan, Polres Madiun Kota mengerahkan 330 personel gabungan untuk mengamankan libur Nataru. Pengamanan tersebut telah diawali dengan Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2025.
"Kita ada 330 personil gabungan dalam pengamanan dengan rinciannya, Polres Madiun Kota menurunkan 226 personel, Yon C Satbrimob Polda Jatim 30 personel, Kodim 0803 Madiun 20 personel, Denpom VI Madiun 6 personel, Dishub Kota Madiun 12 personel, Satpol PP dan Damkar Kota Madiun 12 personel, Dinkes Kota Madiun 12 personel, BPBD Kota Madiun 6 personel, serta SENKOM Kota Madiun 6 personel," ungkap Wiwin.
Selain pengamanan gereja, aparat juga meningkatkan kewaspadaan di pusat-pusat keramaian seperti stasiun kereta api, terminal, alun-alun, serta lokasi wisata.
"Seluruh lokasi gereja dan keramaian tersebut dipastikan berada dalam pengawasan aparat gabungan. Jadi selain pengamanan ibadah, Polres Madiun Kota juga meningkatkan kewaspadaan di lokasi wisata menjelang dan saat malam pergantian tahun. Upaya antisipasi dilakukan secara terpadu bersama unsur Forkopimda Kabupaten dan Kota Madiun, serta mendapat dukungan dari tokoh agama dan tokoh masyarakat," tandas Wiwin.
(auh/abq)
