Yuan Jodie Hibatullah (22) warga Gresik berhasil meraih medali emas cabor Hockey Indoor Putra pada SEA Games 2025. Ia pun menjadi salah satu warga Jatim yang membawa pulang medali dari ajang olahraga internasonal.
Yuan telah menggeluti dunia olahraga sejak masih SD, kemudian saat SMP memilih ekstrakuler hokey dan kini menjadikannya atlet dan ladang prestasi. Ia mengenal olahraga hockey, sebuah cabor beregu yang dimainkan menggunakan stik untuk mengontrol bola dan mencetak gol ke gawang lawan.
Diketahui, hockey memiliki beberapa jenis, di antaranya hockey lapangan (outdoor) yang dimainkan di lapangan rumput, serta hockey indoor yang dimainkan di lapangan tertutup dengan ukuran lebih kecil dan tempo permainan yang lebih cepat. Dari berbagai jenis tersebut, Yuan menemukan kecocokan pada hockey indoor, cabang yang menuntut kecepatan, ketepatan teknik, dan kekompakan tim.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya mengenal olahraga hockey ini sejak masuk ke bangku SMP. Awal masuk ke bidang olahraga hockey ini diajak sama teman untuk ikut ekstrakurikuler di sekolah. Saya tertarik karena awalnya ingin mencoba olahraga yang baru saya ketahui. Saya langsung mulai menekuninya karena menyukai olahraga ini. Awalnya karena kekeluargaan di olahraga hockey ini sangat luar biasa, di sisi lain peluang untuk berprestasinya juga besar," cerita Yuan, Kamis (25/12/2025).
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya ini menceritakan, langkah awalnya di dunia hockey dipengaruhi teman SMP-nya, yakni Dede Bima Putra Anugrah. Kemudian diarahkan pelatihnya Habib Rohim ketika melihat potensinya sejak dini.
Atlet nomor punggung 18 ini menjalani latihan serius sejak Januari 2016. Pada fase awal, ia harus beradaptasi dengan teknik dasar yang sama sekali baru, terutama dalam menguasai stik dan mengontrol bola.
"Latihan pertama pasti masih kaku, karena tidak pernah mengikuti olahraga yang menggunakan stik. Tantangan terberat yaitu menguasai atau mengontrol bola dengan stik hockey tersebut," ujarnya.
Ketekunan itu berbuah konsistensi prestasi. Sebelum meraih emas SEA Games 2025, Yuan telah mencatatkan sejumlah capaian penting di level daerah hingga nasional, mulai dari Juara 1 Porprov hoki indoor, Juara 1 Kejurnas, Juara 1 Pra-PON, hingga Juara 1 Liga Hockey Thailand 2025.
Keseriusan dan konsistensi tersebut mengantarkan Yuan masuk ke level tim nasional. Ia pertama kali dipanggil mengikuti seleksi dan pemusatan latihan nasional pada Oktober 2024, dengan proses yang menuntut fisik dan mental.
"Proses seleksi berlangsung cukup ketat, banyak pemain yang sangat hebat di tim. Yang paling menguras fisik dan mental tentunya program lari yang dilakukan setiap jam 5 pagi," katanya.
Menuju SEA Games 2025, Yuan menjalani Training Camp (TC) selama total 15 bulan, baik di dalam maupun luar negeri, hingga akhirnya tampil di ajang puncak Asia Tenggara tersebut. Lebih dari sekadar kemenangan, SEA Games memiliki makna personal bagi Yuan.
"Bermakna sekali bagi saya, karena dengan cara ini, melalui olahraga hockey ini saya bisa membanggakan negara dan orang tua saya," ujar dia.
Saat mendapat medali emas, Yuan langsung menghubungi kedua orang tuanya. Lebih dari ini, Yuan masih menatap mimpi yang lebih jauh.
"Saya langsung video call orang tua saya. Arti medali emas ini adalah bukti bahwa saya telah mengharumkan negara Indonesia dan membanggakan kedua orang tua saya. Saya ingin menjadi juara Asia dan membawa Indonesia bermain di World Cup. Saya ingin bermain di liga Eropa, dan alhamdulillah saya akan bermain di Liga Polandia pada bulan Januari 2026," jelasnya.
Yuan pun berpesan untuk mahasiswa dan generasi muda untuk terus berjuang. "Semangat terus, jangan pernah menyerah. Korbankan masa mudamu untuk menjadi sesuatu, dan berjuanglah dengan sungguh-sungguh untuk membanggakan kedua orang tuamu," pungkasnya.
(auh/abq)











































