Atlet Jujitsu asal Kabupaten Ponorogo, Steeffany Kinky, berhasil mengharumkan nama Indonesia di ajang SEA Games 2025 yang digelar di Thailand. Steeffany menyumbangkan medali perunggu untuk kontingen Merah Putih, sekaligus menegaskan kiprah atlet daerah di level Asia Tenggara.
Kepulangan Steeffany ke Ponorogo mendapat sambutan resmi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo. Penyambutan digelar di Pringgitan Rumah Dinas Bupati dan dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Ponorogo, Lisdyarita, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih atlet Jujitsu tersebut.
Plt Bupati Ponorogo Lisdyarita menyebut, capaian medali di ajang SEA Games merupakan prestasi yang membanggakan dan tidak mudah diraih. Ia menilai keberhasilan Steeffany menjadi bukti bahwa atlet asal Ponorogo mampu bersaing di tingkat internasional.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami sangat bangga menerima Mbak Steeffany Kinky. Prestasi di SEA Games bukan capaian yang mudah. Ini membuktikan bahwa atlet dari Ponorogo mampu bersaing di level Asia Tenggara," kata Lisdyarita, Kamis (25/12/2025).
Sebagai bentuk apresiasi, Pemkab Ponorogo memberikan bonus atau reward sebesar Rp 10 juta kepada Steeffany. Lisdyarita berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan prestasi dan membawa nama daerah serta Indonesia di ajang olahraga berikutnya.
Sementara itu, Steeffany mengaku bersyukur atas perhatian dan dukungan yang diberikan Pemkab Ponorogo. Ia menyebut apresiasi tersebut menjadi penyemangat untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih tinggi.
"Saya sangat bersyukur dan bangga. Apresiasi ini menjadi motivasi besar bagi saya untuk terus berlatih dan membawa nama Indonesia, khususnya Ponorogo," ujar Steeffany.
Ketua Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI) Ponorogo, Muryanto, mengatakan Ponorogo memiliki sejarah panjang dalam pengembangan cabang olahraga Jujitsu di Indonesia. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan secara konsisten telah melahirkan atlet hingga pelatih yang kini tersebar di berbagai daerah.
"Secara historis, Jujitsu di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari Ponorogo. Pembinaan awal dilakukan di sini secara berkelanjutan. Prestasi Steeffany membuktikan Ponorogo masih menjadi lumbung atlet Jujitsu nasional," tutur Muryanto.
Meski demikian, Muryanto mengakui pembinaan atlet Jujitsu di Ponorogo masih menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana latihan. Saat ini, atlet masih harus berbagi tempat latihan dengan cabang olahraga lain.
"Ke depan kami mulai membangun padepokan atau dojo pusat Jujitsu tahap awal, sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemkab Ponorogo agar pembinaan atlet bisa berjalan lebih optimal," pungkasnya.
Steeffany sendiri telah menekuni olahraga Jujitsu sejak duduk di bangku sekolah dasar dan menapaki jenjang prestasi dari tingkat lokal hingga internasional. Medali perunggu SEA Games 2025 menjadi bukti dari proses panjang dan konsistensi yang dijalani atlet asal Bumi Reyog tersebut.
(abq/abq)











































