Menengok Polsek Gubeng Surabaya yang Viral Disebut Angker

Menengok Polsek Gubeng Surabaya yang Viral Disebut Angker

Aprilia Devi - detikJatim
Kamis, 25 Des 2025 19:50 WIB
Menengok Polsek Gubeng Surabaya yang Viral Disebut Angker
Kapolsek Gubeng saat menunjukkan salah satu lokasi yang disebut kerap terjadi hal mistis di ruang tahanan. (Foto: Aprilia Devi/detikJatim)
Surabaya -

Mapolsek Gubeng, Surabaya, viral di media sosial lantaran disebut-sebut angker. Sejumlah cerita mistis rupanya mewarnai bangunan tersebut, mulai dari penampakan sosok perempuan hingga anak-anak kecil yang kerap mengganggu.

Viralnya cerita mistis Mapolsek Gubeng di media sosial salah satunya karena unggahan Kapolrestabes Surabaya Kombes Luthfie Sulistiawan yang sempat mengecek gedung itu beberapa hari lalu.

detikJatim pun mendatangi Mapolsek Gubeng yang berlokasi di Jalan Raya Manyar No.80A, Baratajaya. Dari pantauan di lokasi, bangunan Polsek tersebut memang terlihat tua.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kapolsek Gubeng Kompol Eko Sudarmanto lantas mengajak melihat sejumlah sudut kantor yang selama ini disebut memiliki aura mistis. Lokasi pertama yang ditunjukkan adalah kolam ikan di samping kantor Mapolsek Gubeng.

Kolam tersebut, kata Eko, sering dikaitkan dengan kemunculan sosok anak kecil saat malam hari.

ADVERTISEMENT

"Seperti main air, kayak saling siram ya bisa lebih dari dua (hantu). Karena suaranya meskipun pelan tapi kan kelihatan suara anak. Bahasanya kayak 'ayo, ayo, ayo', kayak menunjukkan senang lagi gembira di sini," ujar Eko, Kamis (25/12/2025).

Dari kolam ikan, Eko kemudian mengajak bergeser ke ruang tunggu belakang dekat gudang barang bukti yang letaknya tak jauh dari sana.

Di area ini, suasana mistis disebut kerap terasa saat malam hari, terutama ketika burung-burung tiba-tiba berbunyi. Bahkan, kejadian serupa juga terjadi saat Kapolrestabes Surabaya berkunjung ke lokasi tersebut.

"Di sini (ruang tunggu) Pak Kapolrestabes, saya di sini sama anggota gak ada burung yang bunyi. Tiba-tiba (salah satu) burung itu bunyi. Terus Pak Lutfhie (Kapolrestabes Surabaya) mau meninggalkan (lokasi) berhenti bunyinya," tuturnya.

Eko menyebut, fenomena tersebut bisa menjadi pertanda adanya aktivitas lain yang tak kasat mata.

"Walaupun mereka beda alamnya ya. Secara kasat mata saya tidak mempunyai kemampuan. Tapi dengan burung itu bunyi dan tidak setiap hari bunyi, menunjukkan bahwa, di situ ada aktivitas," bebernya.

Tak hanya itu, Eko juga mengatakan area tersebut kerap dikaitkan dengan gangguan sosok anak kecil, khususnya terhadap orang yang tidak menjalankan ibadah.

"Mohon maaf, kalau mereka tidak melaksanakan ibadah itu sering diusili diganggu supaya mungkin mau melaksanakan salat," katanya.

Lokasi berikutnya yang ditunjukkan adalah area dekat ruang tahanan perempuan. Di tempat ini, Eko menyebut sering terjadi gangguan dari sosok perempuan berambut panjang.

"Kalau di sini biasanya pengalaman yang jaga itu di sini ada yang ganggu. Dia (kalau) nampak membelakangi. Kadang juga sambil jawil-jawil," ujarnya.

Gangguan itu, lanjut Eko, juga sering dikaitkan dengan tahanan perempuan yang tidak melaksanakan ibadah.

"Mungkin dia, tergolong jin yang baik ya yang bisa mengarahkan kebaikan. Seringnya menghadap sana, menghadap kiblat dan kayak jawil. Di sini (penampakan) kayak cewek satu orang. Yang jelas kelihatan punggungnya aja tapi rambutnya panjang, suaranya pun suara perempuan," tambahnya.

Terakhir, Eko menunjuk sebuah sumur tua yang berada di belakang ruang tahanan Mapolsek Gubeng. Sumur tersebut disebut-sebut memiliki nilai sakral.

Menurut Eko, air sumur itu dipercaya dapat mempercepat penyembuhan luka, khususnya bagi para tahanan.

Sumur itu merupakan sumur tua yang sudah ada sejak sebelum bangunan Mapolsek Gubeng berdiri. Airnya pun disebut jernih.

"Pengalaman kami kalau ada pelaku yang ketangkap massa, dibawa ke rumah sakit, visum, dibawa ke kantor (Polsek Gubeng), di sini mandi, pagi lukanya sudah hilang. Itu dipercaya oleh orang-orang di rumah tahanan sini. Mereka kadang pas mau keluar minta air, gak tahu buat apa," ucap dia.

Meski demikian, sumur tersebut kini ditutup untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Jadi jangan sampai pikiran kosong. Saya kira di mana (saja) tempat pasti ada," pungkas Eko.




(auh/abq)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads