Antisipasi Macet, Dishub Malang Siapkan Contraflow Situasional

Antisipasi Macet, Dishub Malang Siapkan Contraflow Situasional

Muhammad Aminudin - detikJatim
Kamis, 25 Des 2025 14:25 WIB
Antisipasi Macet, Dishub Malang Siapkan Contraflow Situasional
Kepala Dishub Kota Malang Widjaja Saleh Putra. (Foto: M Bagus Ibrahim/detikJatim)
Malang -

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Malang menyiapkan skema rekayasa lalu lintas yang bersifat insidentil dan situasional untuk mengurai kepadatan di sejumlah titik rawan macet. Salah satu opsi yang disiapkan adalah contraflow, terutama di ruas jalan dengan volume kendaraan tinggi.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Malang, Widjaja Saleh Putra mengatakan rekayasa lalu lintas tidak diterapkan secara permanen, melainkan menyesuaikan kondisi di lapangan dan kebutuhan waktu tertentu.

"Rekayasa lalu lintas sifatnya sementara, insidentil, dan situasional. Disesuaikan dengan kebutuhan dan waktunya terbatas," kata Widjaja kepada wartawan, Kamis (25/12/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Widjaja, kawasan Jalan Ahmad Yani menjadi salah satu ruas yang berpotensi diterapkan contraflow, khususnya dari arah utara (Surabaya) ke selatan (Malang) yang kerap mengalami kepadatan.

"Kalau memungkinkan, dari pengalaman sebelumnya, rekayasa bisa dilakukan di Jalan Ahmad Yani karena padat. Nanti bisa dibuat contraflow, apakah di sisi timur atau barat, itu dilihat kondisi," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Selain itu, kawasan Universitas Brawijaya (UB) juga menjadi perhatian. Rekayasa lalu lintas di wilayah tersebut akan diterapkan secara fleksibel, tergantung pergerakan kendaraan dari berbagai arah.

Widjaja juga menyinggung perkembangan infrastruktur yang dinilai berdampak positif terhadap kelancaran lalu lintas.

Salah satunya adalah pelebaran Jembatan Kedungkandang yang sebelumnya kerap menimbulkan antrean panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore.

"Sekarang dengan pelebaran jembatan Kedungkandang, itu sangat efektif mengurangi tundaan," jelasnya.

Widjaja berharap penyelesaian perbaikan di Jalan Gatot Subroto serta Jalan Soekarno-Hatta (Suhat) juga semakin memperlancar arus lalu lintas di Kota Malang.

Sementara terkait tingginya mobilitas masyarakat dari dan menuju stasiun, Dishub menilai kehadiran Trans Jatim cukup membantu mengurangi kepadatan di sekitar kawasan tersebut.

"Sejak 20 November sudah ada Trans Jatim. Masyarakat yang turun dari stasiun mulai banyak yang memanfaatkan," tuturnya.

Berdasarkan laporan Dishub Provinsi Jawa Timur, jumlah penumpang Trans Jatim dalam hampir satu bulan mencapai 83 ribu orang dengan tingkat okupansi sekitar 80 persen.

"Apalagi delapan hari terakhir sejak mulai libur tanggal 22, peminatnya meningkat. Moda transportasi publik ini masih perlu sosialisasi, tapi kami berharap bisa terus mengurangi kepadatan," ujar Widjaja.

Sebelumnya, arus lalu lintas di wilayah Malang Raya diprediksi mengalami peningkatan signifikan saat libur Natal dan Tahun Baru. Hal ini didorong tingginya pergerakan manusia saat libur panjang tersebut.

Adanya peningkatan pergerakan manusia pada libur Natal dan Tahun, akan berdampak pada meningkatnya volume kendaraan di wilayah Malang Raya diperkirakan menyentuh angka 2.71 persen.

"Kalau berdasarkan survei dari Kementerian Perhubungan, pergerakan manusia tahun 2025 ini naik menjadi 7 persen, atau sekitar 119,5 juta orang. Untuk Malang Raya sendiri diperkirakan naik sekitar 2,71 persen," pungkasnya.




(auh/abq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads