Menelusuri Gereja Santa Perawan Maria Tertua di Surabaya

Menelusuri Gereja Santa Perawan Maria Tertua di Surabaya

Anastasia Trifena - detikJatim
Senin, 22 Des 2025 20:00 WIB
Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.
Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya. Foto: Anastasia Trifena/detikJatim
Surabaya -

Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria merupakan gereja Katolik tertua yang berada di Surabaya. Kini usia gereja tersebut sudah menyentuh dua abad lebih sejak pelayanan pertamanya pada 1810. Berlokasi di Jalan Kepanjen, Kecamatan Bubutan, gereja ini lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Gereja Kepanjen.

Bangunannya masih berdiri megah dengan arsitektur Neo Gotik bergaya Eropa. Karenanya selain menjadi pusat peribadatan umat Katolik, gereja ini juga menyimpan sejarah yang panjang. Keberadaannya pun ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Sejarah Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria

Melansir dari beberapa sumber, sejarah Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria berawal dari misi penyebaran agama Katolik di Surabaya pada awal abad ke-19. Namun, kehadiran umat Katolik tercatat sebelum gereja berdiri secara permanen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hal ini ditandai dengan pembaptisan pertama pada 1810 yang dilakukan dua pastor asal Belanda, yakni Pastor Henricus Waanders dan Philipus Wedding. Barulah, 12 tahun kemudian bangunan permanen gereja mulai diresmikan di Jalan Cendrawasih dan Jalan Merak.

Lambat laun, bangunan gereja-gereja tersebut mulai lapuk karena waktu. Umat yang datang semakin banyak, namun tidak dapat tertampung semuanya, sehingga gedung gereja harus dirobohkan dan dibangun kembali dari awal.

ADVERTISEMENT

Akhirnya, Jalan Kepanjen yang saat itu masih berupa jalanan penuh lumpur dipilih sebagai lokasi pembangunan gereja baru yang dirancang arsitek asal Belanda, W Westmaes. Pilar pertama yang menandai pembangunan dipasang pada 18 April 1899.

Sebanyak 790 tiang kayu galam dengan kedalaman 15 meter didatangkan dari Kalimantan sebagai pondasi, sementara material bangunan seperti bata dan ornamen interior berasal dari Eropa. Gereja kemudian diberkati pada 1900, dan diberi nama "Onze Lieve Vrouw Geboorte" atau Kelahiran Santa Perawan Maria.

Arsitektur Gereja Kepanjen Dulu dan Sekarang

Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria mengusung arsitektur Neo Gotik yang lazim dijumpai pada gereja-gereja di Eropa. Mengutip dari laman Marc Maison, gaya ini menonjolkan bangunan menjulang tinggi dengan dominasi elemen vertikal, lengkungan runcing, menara, serta ornamen dekoratif mewah.

Hal ini terbukti dari bangunan Gereja Kepanjen yang dirancang megah dengan tembok bata ekspos berwarna merah dan pilar-pilar setinggi 12 meter. Uniknya, jika dilihat dari atas, denah gereja tampak berbentuk salib.

Sayangnya, kecantikan gereja ini sempat pudar sementara pada 1945, saat perang kemerdekaan. Pada masa itu, bangunannya terkena bom dan dibakar massa karena diduga menjadi tempat persembunyian penjajah belanda. Bagian atap bangunan runtuh, menyisakan dinding dan lantai yang tertutup abu serta puing-puing.

Lima tahun berselang, gereja akhirnya direnovasi, namun tanpa membangun menara. Akhirnya setelah hampir 46 tahun, menara gereja kembali direkonstruksi pada 1996. Tingginya masing-masing mencapai 15 meter, dengan rincian tinggi salib 3,75 meter, dan tinggi menara ayam 3,50 meter.

Hingga kini, gereja telah mengalami beberapa kali pergantian atap sebagai bagian dari upaya perawatan bangunan. Dua pergantian terakhir dilakukan pada 1983 dengan menggunakan sirap, lalu pada 2014 atap diganti kembali dengan material Maharoof. Setiap proses perbaikan dilakukan dengan mempertimbangkan keutuhan struktur dan karakter asli bangunan.

Memasuki bagian dalam gereja, deretan kaca mozaik berwarna tampak terpasang di sisi kanan dan kiri ruang utama. Di bawahnya, 14 panel perhentian Jalan Salib mengingatkan umat akan perjalanan sengsara Yesus Kristus dalam menebus dosa manusia.

Mendekati area mimbar, dua lukisan besar yang menggambarkan kisah Yesus bersama para murid menjadi pusat perhatian. Sementara itu, atap di atas mimbar tampil berbeda, berbentuk melengkung ke atas dengan hiasan langit biru dan awan putih yang menambah kesan sakral.

Kondisi gereja saat ini terawat dengan baik dan tetap mempertahankan bentuk arsitektur aslinya. Sebagai bangunan cagar budaya, setiap renovasi dan perawatan dilakukan dengan prinsip mengembalikan dan menjaga tampilan gereja seperti awal pembangunannya. Upaya tersebut dilakukan agar nilai sejarah, arsitektur, dan fungsi religius Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria tetap lestari di tengah perkembangan Kota Surabaya.

Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya. Foto: Anastasia Trifena/detikJatim

Jadi Cagar Budaya

Berdasarkan informasi yang didapat dari laman Dispusip Surabaya, Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria secara resmi ditetapkan sebagai bangunan cagar budaya pada tahun 1998 oleh Pemerintah Kota Surabaya.

Penetapan ini diberikan karena gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi menyimpan nilai sejarah, estetika, dan budaya yang tinggi bagi kota dengan jejaknya sejak masa kolonial hingga kini.

Sebagai bangunan cagar budaya, setiap proses perbaikan dan renovasi dilakukan dengan prinsip pelestarian. Renovasi tidak dimaksudkan untuk mengubah karakter bangunan, tetapi mengembalikan dan mempertahankan wujud asli gereja sesuai ciri arsitektur Neo-Gotik yang melekat sejak awal pembangunannya.

Upaya pelestarian tersebut memastikan bahwa Gereja Kelahiran Santa Perawan Maria Kepanjen tetap menjadi saksi sejarah yang hidup, serta warisan budaya yang dapat dinikmati generasi masa kini dan mendatang.

Menyediakan Tempat Peribadatan Gua Maria

Selain bangunan utama, di samping Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria juga terdapat Gua Maria dengan konsep taman terbuka yang menjadi salah satu ruang doa favorit umat. Area ini dimanfaatkan sebagai tempat berdoa secara pribadi maupun berkelompok dengan suasana yang lebih hening dan tenang.

Fasilitas di Gua Maria terbilang lengkap. Teks-teks doa tersedia dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Mulai dari Novena Medali Wasiat, Kidung Maria, hingga berbagai doa lainnya yang ditempatkan di sejumlah titik.

Umat juga dapat menyalakan lilin doa dan meletakkannya di tiga lokasi yang telah disediakan sebelum berdoa. Keberadaan kolam ikan dengan suara gemericik air turut menambah nuansa damai di area ini.

Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya.Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria Surabaya. Foto: Anastasia Trifena/detikJatim

Keunikan Gua Maria semakin terlihat dari relief perhentian Jalan Salib yang mengelilingi area, menggambarkan kisah sengsara Yesus Kristus sejak dijatuhi hukuman mati hingga kebangkitan-Nya.

Gua Maria ini diberkati pada 7 September 1991 oleh Uskup Keuskupan Surabaya saat itu, Mgr A J Dibjokarjono, kemudian direnovasi dan diberkati kembali pada 12 Desember 2003.

Sebagai tambahan informasi, Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria berlokasi di Jalan Kepanjen Nomor 4-6, Kecamatan Krembangan, Surabaya. Informasi kegiatan paroki juga dapat diakses melalui media sosial Instagram @komsos_kelsapa.




(hil/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads