Konektivitas ekosistem pariwisata Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara (BBB) kian mentereng dengan kehadiran festival Seamphony Banyuwangi. Acara ini digelar di salah satu resort tepi pantai di wilayah utara Banyuwangi.
Dengan menghadirkan sejumlah musisi Nasional, Seamphony Banyuwangi jadi pelopor penggerak BBB. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara saat hadir dalam festival musik berkelas tersebut, Jumat (28/11/2025) malam.
"Konser musik dengan artis nasional ini sangat menarik dan ini menujukan Banyuwangi menjadi pelopor pariwisata triple B (BBB) yang luar biasa. Mudah-mudahan pada masa akan datang kami akan berbalas pantun menyelenggarakan kegiatan yang sama di Buleleng tentunya," terang Gede Dody dalam sambutannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengaku sektor jasa pariwisata di daerahnya kian terdongkrak dengan banyaknya destinasi wisata yang menarik di Banyuwangi. Mulai Pulau tabuhan, Ijen hingga Pulau Bedil menjadi destinasi yang masuk dalam perjalanan wisata yang ditawarkan oleh jasa layanan wisata di Buleleng.
"Adapun daya tarik wisata di Banyuwangi para pelaku pariwisata di Bali utara itu mendapatkan benefit buat kami dari Bali utara kami bisa menjual Ijen dan Geopark mulai dari paling utara kami bisa menjual Pulau Merah, jawatan Pulau Bedil dan banyak lagi yang lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu per satu," tambahnya,
Seamphony Banyuwangi yang dihadiri oleh ratusan wisatawan dari sejumlah kota seperti Bondowoso, Jakarta, Surabaya hingga Bogor ini menyajikan pengalaman unik. Dengan latar pantai tropis, angin sepoi-sepoi, dan suasana santai di hamparan rumput, konser yang masuk dalam rangkaian Banyuwangi Festival itu membuat penonton terhanyut.
"Fastival musik di tepi pantai ini digelar Banyuwangi setiap tahun, bagian mengungkit geliat pariwisata daerah. Kali ini kami kemas dalam 'Seamphony' untuk mempromosikan salah satu potensi unggulan daerah," kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani," Minggu (30/11/2025).
Tidak hanya menyajikan suguhan musik, namun nuansa tropis yang menjadi latar festival memberikan pengalaman autentik bagi penonton. Mereka menikmati musik dengan semilir angin laut. Mereka duduk santai di hamparan rumput hijau tepi pantai dengan nuansa pohon kelapa sambil menikmati kuliner khas Banyuwangi.
"Dengan Seamphony ini kami ingin menampilkan sisi pariwisata alam Banyuwangi yang berkelas. Ini melengkapi berbagai potensi wisata alam Banyuwangi lainnya seperti hutan, gunung, budaya, serta kuliner," kata Ipuk.
Event ini juga menjadi promosi paket wisata BBB (Banyuwangi, Bali Barat, dan Bali Utara), yang juga menampilkan sejumlah kesenian Bali.
"Semoga event bisa menjadi pengikat yang kuat untuk kolaborasi pariwisata Banyuwangi-Bali. Juga semakin meningkatkan minat wisatawan baik domestik maupun internasional ke Banyuwangi," ujar Ipuk.
Kehadiran kapal cepat ke Denpasar, dermaga penyeberangan, dan dermaga wisata disebut turut menjadi pengungkit percepatan produktivitas wisata di koridor BBB.
(auh/hil)











































