Polemik Panas PBNU Berujung Gus Yahya Dicopot dari Kursi Ketum

Round Up

Polemik Panas PBNU Berujung Gus Yahya Dicopot dari Kursi Ketum

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Minggu, 30 Nov 2025 08:30 WIB
Konferensi pers Rais Aam PBNU putuskan Gus Yahya bukan Ketum PBNU
Konferensi pers Rais Aam PBNU putuskan Gus Yahya bukan Ketum PBNU/Foto: Faiq Azmi/detikJatim
Surabaya -

PBNU resmi mengumumkan perubahan posisi pucuk pimpinan. Rais Aam KH Miftachul Akhyar menyatakan bahwa KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, dan seluruh kewenangan kini berada di bawah kendali Rais Aam.

Keputusan itu diumumkan secara terbuka oleh Kiai Miftah saat silaturahmi Rais Aam bersama para Syuriah PBNU dan 36 PWNU di Kantor PWNU Jawa Timur, Sabtu (29/11/2025).

"Terhitung mulai tanggal 26 November 2025 pukul 00.45 WIB, KH Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU. Sejak saat itu, kepemimpinan PBNU sepenuhnya berada di tangan Rais Aam," kata Kiai Miftah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Gus Yahya tidak lagi memiliki kewenangan maupun hak menggunakan atribut Ketua Umum. "Tidak ada motif lain di luar yang tertulis dalam risalah rapat. Semua sesuai fakta," tegasnya.

ADVERTISEMENT

Untuk memastikan roda organisasi berjalan normal, PBNU akan segera menggelar Rapat Pleno atau Muktamar.

"Kita ingin transisi berjalan tertib, sesuai aturan jam'iyah," ujar Rais Aam.

Isu Liar di Medsos, PBNU Bentuk TPF

Di tengah gejolak opini publik dan maraknya informasi simpang siur di media sosial-mulai isu konflik tambang hingga zionis Israel, Rais Aam memberikan perhatian khusus dan mengambil langkah tegas.

"Untuk mendapatkan kesahihan informasi, akan dibentuk Tim Pencari Fakta (TPF) yang bekerja secara utuh dan mendalam," jelasnya.

Ia menunjuk Wakil Rais Aam KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir sebagai pengarah TPF. Demi efektivitas kerja tim, implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan sementara.

"Sedangkan implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PWNU dan PCNU tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya," tegasnya.

Rais Aam juga kembali mengingatkan nilai-nilai dasar organisasi.

"Semua pihak harus mengedepankan kepentingan bersama, menjaga akhlak yang mulia, dan menjunjung tinggi kejujuran dalam berpikir, bersikap, dan bertindak," ujarnya.

Sebagai langkah batiniah, ia mengajak seluruh jemaah NU memperbanyak doa.

"Marilah kita bermunajat kepada Allah SWT agar diberikan jalan keluar terbaik dan paling maslahat bagi Jam'iyah Nahdlatul Ulama," kata Rais Aam.

Berikut 7 poin lengkap konferensi pers Rais Aam PBNU:

Setelah menyelesaikan rangkaian silaturrahim dan sosialisasi Hasil Keputusan Rapat Harian Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang diselenggarakan pada 29 Jumadal Ula 1447 H/20 November 2025 M, sebanyak 36 PWNU yang hadir telah memahami dengan baik latar belakang keputusan Rapat Harian Syuriyah PBNU dan memberikan dukungan sepenuhnya kepada Rais Aam untuk menindaklanjuti keputusan tersebut.
Sehubungan dengan itu, perkenankan kami menyampaikan beberapa hal berikut:

1. Bahwa terhitung mulai tanggal 26 November 2025 Pukul 00.45 WIB KH. Yahya Cholil Staquf tidak lagi berstatus sebagai Ketua Umum PBNU, schingga tidak berhak menggunakan atribut dan tidak memiliki kewenangan sebagai Ketua Umum PBNU. Dan sejak saat itu, kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama sepenuhnya berada di tangan Rais Aam.

2. Bahwa latar belakang dan dasar pertimbangan sebagaimana disebutkan dalam Risalah Rapat Harian Syuriyah PBNU adalah benar-benar sesuai dengan fakta dan kondisi sebenarnya, serta tidak terdapat motif atau latar belakang lain selain daripada yang tercantum di dalam Risalah Rapat.

3. Bahwa untuk memastikan berjalannya roda organisasi secara normal, maka akan dilaksanakan Rapat Pleno atau Muktamar dalam waktu segera.

4. Setelah mencermati dinamika di masyarakat, termasuk berbagai informasi dan opini di media arus utama dan media sosial, kami memberikan perhatian secara khusus. Selanjutnya, untuk mendapatkan kesahihan dari berbagai informasi tersebut, kami akan menugaskan Tim Pencari Fakta untuk melakukan investigasi secara utuh dan mendalam terhadap berbagai informasi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir akan menjadi Pengarah dalam Tim Pencari Fakta dimaksud.

5. Untuk memastikan Tim Pencari Fakta dapat menjalankan tugas dengan baik, maka khusus implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU kami perintahkan untuk ditangguhkan sampai dengan selesainya proses investigasi. Sedangkan implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PWNU dan PCNU tetap dapat berjalan sebagaimana mestinya.

6. Bahwa sesuai dengan nilai-nilai Khittah Nahdlatul Ulama, menjadi sangat penting bagi semua pihak untuk mendahulukan kepentingan bersama daripada kepentingan pribadi, serta meluhurkan kemuliaan moral (al-akhlaq al-karimah), dan menjunjung tinggikejujuran (ash-shidqu) dalam berfikir, bersikap dan bertindak.

7. Sebagai bagian dari ikhtiar batiniah, kami mengajak semua warga Nahdlatul Ulama untuk bermunajat kepada Allah sWT dengan harapan agar segera diberikan jalan keluar yang terbaik dan paling maslahat bagi Jam'iyah Nahdlatul Ulama. Demikian penjelasan ini kami sampaikan untuk dijadikan pedoman bersama.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Momen Pemakaman Gary Iskak"
[Gambas:Video 20detik]
(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads