UB Dampingi Nelayan Migran di Taiwan Lewat Pelatihan Digital Maritim

UB Dampingi Nelayan Migran di Taiwan Lewat Pelatihan Digital Maritim

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 14:40 WIB
Tim pengabdian UB beri edukasi PMI sektor maritim di Taiwan.
Tim pengabdian UB beri edukasi PMI sektor maritim di Taiwan. Foto: Istimewa
Malang -

Tim Pengabdian Universitas Brawijaya (UB) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri. Program pemberdayaan ini menyasar sektor maritim di wilayah Donggang, Pingtung, Taiwan.

UB menegaskan perannya bukan hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam meningkatkan kesejahteraan dan masa depan pekerja migran Indonesia di berbagai belahan dunia.

Program yang dipimpin Endrika Widyastuti selaku dosen sekaligus Wakil Dekan Akademik Fakultas Teknologi Pertanian UB ini melibatkan lebih dari 30 nelayan migran Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Endrika menyebut bahwa kegiatan ini hasil kolaborasi erat antara UB dan National Pingtung University of Science and Technology (NPUST), dan Forum Silaturahmi Pelaut Indonesia (FOSPI) Taiwan, serta PCI NU Taiwan.

ADVERTISEMENT

Selama lima hari, mulai 19-23 November 2025, para nelayan migran mengikuti rangkaian pelatihan strategis yang mencakup digital marketing. Serta inovasi pengolahan ikan bernilai tambah serta manajemen bisnis dan literasi keuangan.

"Alhamdulillah, selama lima hari kami sudah menjalankan pelatihan strategis untuk saudara-saudara pelaut Indonesia di Donggang," ujar Endrika kepada wartawan, Sabtu (29/11/2025).

"Program ini kami rancang agar para PMI dapat memperoleh bekal keterampilan yang relevan, yang bisa langsung diterapkan di tempat kerja maupun ketika kembali ke tanah air," sambungnya.

Menurut Endrika, selain meningkatkan kapasitas individu, program ini juga menjadi langkah memperkuat jejaring antara perguruan tinggi Indonesia dan komunitas PMI di Taiwan. Sehingga keberlanjutan kegiatan dan pendampingan dapat terus terjaga.

Apresiasi juga datang dari peserta. Achmad Mudzakir, salah satu nelayan migran penerima manfaat program, mengaku pelatihan ini membuka perspektif baru baginya.

"Jarang ada kampus dari Indonesia yang datang jauh-jauh ke sini untuk mengajari kami. Pelatihan ini membuka wawasan baru buat kami untuk mempersiapkan usaha saat pulang nanti," ungkap Mudzakir terpisah.

Ke depan, Tim Pengabdian UB berharap inisiatif ini dapat menjadi model program yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Program ini memberi kontribusi pada pengentasan kemiskinan (SDG 1), pendidikan berkualitas (SDG 4), pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi (SDG 8), inovasi (SDG 9), pelestarian ekosistem laut (SDG 14), serta penguatan kemitraan global (SDG 17).




(irb/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads