Round Up

Cara Sekeluarga Manusia Gua Survive di Pedalaman Hutan Jombang

Hilda Meilisa Rinanda - detikJatim
Sabtu, 29 Nov 2025 09:15 WIB
Tempat tinggal manusia gua di Jombang (Foto: Enggran Eko Budianto/detikJatim)
Jombang -

Satu keluarga penghuni Gua Anggas Wesi di pedalaman hutan jati Jombang ternyata mampu bertahan hidup dengan cara unik. Kepala keluarganya, Joko Mulyono, rutin keluar hutan setiap beberapa hari untuk bekerja sebagai satpam di Mojokerto, lalu kembali membawa logistik yang ia angkut memakai karung.

Sementara akses mereka ke luar hutan dibuat sendiri, demi menghindari pertemuan dengan petugas Perhutani yang sejak awal memantau keberadaan mereka.

Gua Anggas Wesi di petak 37F, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Sumberjo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Jabung, KPH Jombang. Luasnya 0,1 ha, digolongkan kelas hutan kawasan penggunaan khusus (KPKh). Secara administrasi, gua alami ini masuk Desa Sumberjo, Wonosalam, Jombang.

Kepala BKPH Jabung, Tarmidi menjelaskan, satu keluarga penghuni Gua Anggas Wesi berjumlah empat orang. Yaitu Joko Mulyono, istri, anak perempuan, serta adik laki-laki. Mereka berasal dari Kecamatan Jogoroto, Jombang. Sekitar dua bulan terakhir, mereka tinggal di tenda sebelah kanan gua.

Tempat tinggal manusia gua di pedalaman hutan Jombang Foto: Enggran Eko Budianto

"Setelah banyak orang tahu keberadaannya, sekarang mereka pindah tempat," jelasnya kepada detikJatim, Kamis (27/11/2025).

Tenda di sebelah kanan Gua Anggas Wesi, lanjut Tarmidi, ditinggalkan begitu saja oleh Joko sekeluarga. Mereka mendirikan tenda baru menjauhi gua. "Dari gua menyusuri naik ke atas, ada tenda warna biru," ungkapnya.

Dua hari lalu, Tarmidi dan personelnya mengunjungi tenda tersebut. Namun, pihaknya tidak berhasil menemukan Joko sekeluarga. Hanya saja peralatan mereka masih ada di dalam tenda. Artinya, mereka masih menempati tenda pedalaman hutan tersebut.

Mereka juga membuat akses baru berupa jalan setapak di hutan untuk menghindari lewat Gua Anggas Wesi saat ingin keluar hutan. Akses tersebut tetap bermuara di Hutan Watuseno karena itu satu-satunya jalan paling dekat dan cepat untuk keluar dari hutan menuju perkampungan.

Tidak hanya itu, selama ini Joko sekeluarga juga terkesan menghindar dan menutup diri dari petugas Perhutani. "Jika dari kejauhan mereka melihat petuhas, berusaha menghindar. Dari perilakunya ada indikasi mereka menyembunyikan sesuatu," cetusnya.

Pada tahap awal Joko sekeluarga hidup di Gua Anggas Wesi, kata Tarmidi, salah satu dari mereka rutin keluar hutan. Saat itu, Joko atau adik laki-lakinya keluar hutan pagi, kembali lagi pada malam hari membawa kebutuhan pokok. Mereka mempunyai satu sepeda motor untuk sarana transportasi.



Simak Video "Video: Fenomena Manusia Gua Jombang, 60 Tahun Hidup di Pedalaman Hutan"


(irb/hil)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork