Hal yang Harus Dipersiapkan Saat Mulai Menanam di Atap Rumah

Hal yang Harus Dipersiapkan Saat Mulai Menanam di Atap Rumah

Mira Rachmalia - detikJatim
Rabu, 26 Nov 2025 15:00 WIB
Hal yang Harus Dipersiapkan Saat Mulai Menanam di Atap Rumah
Ilustrasi kebun di atap rumah (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Surabaya -

Memanfaatkan area atap rumah sebagai kebun sayur kini menjadi tren baru di kawasan perkotaan. Dengan lahan yang semakin terbatas, rooftop garden hadir sebagai solusi kreatif untuk menghadirkan ruang hijau, sekaligus menyediakan bahan pangan segar bagi keluarga.

Selain menambah nilai estetika hunian, berkebun di atap juga mampu menurunkan suhu ruangan dan meningkatkan kualitas udara di sekitar rumah. Tidak mengherankan semakin banyak orang yang mulai melirik konsep kebun atap karena manfaatnya yang beragam.

Bagi pemula, memulai kebun sayur di atap terdengar menantang. Kekuatan struktur atap, kebutuhan sinar matahari, pemilihan wadah, hingga perawatan tanaman, semuanya membutuhkan persiapan matang. Namun, langkah-langkah yang tepat membuatnya bisa menjadi area hijau produktif dengan hasil panen yang melimpah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Persiapan Saat Berkebun di Rumah

Berikut sederet tips tentang apa saja yang perlu dipersiapkan sebelum memulai kebun atap, mulai dari perencanaan hingga pemeliharaan agar detikers dapat berkebun dengan aman dan optimal.

1. Menilai Kondisi dan Kekuatan Struktur Atap

Langkah pertama yang tidak boleh dilewatkan adalah memastikan atap rumah cukup kuat untuk menahan beban tambahan dari pot, tanah, air, dan tanaman. Setiap meter persegi kebun atap dapat menanggung beban 100-150 kg pada kondisi basah.

ADVERTISEMENT

Karena itu, sebaiknya lakukan pemeriksaan struktural atau konsultasi dengan ahlinya sebelum memulai. Perhatikan juga paparan sinar matahari.

Area atap idealnya mendapatkan sinar matahari 6-8 jam per hari agar tanaman tumbuh optimal. Amati kondisi cahaya harian untuk menentukan posisi terbaik bagi tanaman. Selain itu, pastikan area kebun mudah diakses untuk penyiraman, perawatan, dan pemanenan.

Supri menanam sayuran pakcoy, sawi dan selada dengan sistem penanaman aeroponik di kawasan atap Masjid Jami Attaqwa, Sunter Muara, Jakarta Utara, Selasa (13/4)Supri menanam sayuran pakcoy, sawi dan selada dengan sistem penanaman aeroponik di kawasan atap Masjid Jami Attaqwa, Sunter Muara, Jakarta Utara, Selasa (13/4) Foto: Pradita Utama

2. Memilih Wadah dan Media Tanam yang Tepat

Kebun atap identik dengan wadah tanam karena lahan tidak langsung bersentuhan dengan tanah. Pilih wadah yang ringan namun kokoh, seperti pot plastik, grow bag, ember bekas, atau karung tanam.

Pastikan wadah memiliki lubang drainase memadai agar air tidak menggenang dan akar tidak membusuk. Untuk media tanam, gunakan campuran yang ringan, gembur, dan memiliki drainase baik.

Kombinasi tanah pot komersial, kompos, perlit, atau vermikulit adalah pilihan ideal. Hindari tanah kebun yang cenderung padat dan berat karena tidak cocok untuk wadah. Media yang baik akan mendukung pertumbuhan akar sekaligus menjaga kelembapan dengan optimal.

Anak-anak menunjukkan bibit tanaman seledri saat edukasi urban farming di KWT Gemas Implan, Jatiuwung, Kota Tangerang, Banten, Rabu (9/7/2025). Kegiatan tersebut untuk mengedukasi anak-anak dalam memahami siklus hidup tanaman dan menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/barAnak-anak menunjukkan bibit tanaman seledri saat edukasi urban farming Foto: ANTARA FOTO/Putra M. Akbar

3. Menentukan Tanaman yang Cocok untuk Kebun Atap

Pemilihan tanaman adalah kunci keberhasilan berkebun di atap. Sayuran daun seperti kangkung, bayam, selada, sawi, dan pakcoy sangat cocok karena akarnya dangkal dan masa panennya cepat. Tanaman ini juga dapat dipanen berkali-kali sehingga sangat efisien.

Jika ingin variasi, bisa mencoba menanam tomat ceri, cabai, terong mini, atau stroberi yang relatif mudah dirawat di wadah. Selain itu, herba seperti basil, mint, rosemary, dan peterseli juga dapat menjadi pelengkap yang bermanfaat untuk kebutuhan dapur.

Angga Diandry sukses mengembangkan pertanian dengan sistem hidroponik di rooftop rumahnya kawasan Tebet, Jaksel. Sayuran yang dikembangkan seperti pakcoy, kale dan selada.Angga Diandry sukses mengembangkan pertanian dengan sistem hidroponik di rooftop rumahnya kawasan Tebet, Jaksel. Sayuran yang dikembangkan seperti pakcoy, kale dan selada. Foto: Grandyos Zafna

4. Mengatur Penyiraman dan Drainase Secara Efisien

Atap rumah cenderung lebih panas dan berangin sehingga tanaman lebih cepat mengering. Karena itu, diperlukan jadwal penyiraman yang lebih rutin. Periksa kelembapan media tanam setiap hari pada cuaca panas, penyiraman dua kali sehari mungkin diperlukan.

Pastikan wadah memiliki drainase baik agar air tidak menggenang. Gunakan alas pot atau kaki pot untuk meningkatkan aliran air. Penyiraman terbaik dilakukan pada pagi hari untuk mengurangi penguapan dan mencegah risiko penyakit jamur pada daun.

5. Menyediakan Nutrisi Melalui Pemupukan Rutin

Media tanam dalam pot memiliki nutrisi terbatas, sehingga pemupukan harus dilakukan lebih sering dibandingkan tanaman di tanah. Gunakan pupuk organik cair, pupuk butiran lepas lambat, atau kompos untuk memperkaya nutrisi media tanam.

Berikan pupuk setiap 2-4 minggu atau sesuai petunjuk pada kemasan. Perhatikan tanda-tanda kekurangan nutrisi seperti daun menguning atau pertumbuhan lambat, dan sesuaikan kembali dosis pupuk jika diperlukan.

Angga Diandry sukses mengembangkan pertanian dengan sistem hidroponik di rooftop rumahnya kawasan Tebet, Jaksel. Sayuran yang dikembangkan seperti pakcoy, kale dan selada.Kebun di Atap Rumah Foto: Grandyos Zafna

6. Mencegah dan Mengendalikan Hama serta Penyakit

Meski berada di atap, tanaman tetap rentan terhadap hama seperti kutu daun, ulat, atau penyakit jamur. Lakukan pemeriksaan rutin untuk mendeteksi masalah lebih awal. Jaga kebersihan kebun dengan membuang daun kering atau tanaman yang sakit.

Anda bisa memanfaatkan tanaman pengusir hama seperti marigold atau basil untuk sistem tanam pendamping (companion planting). Untuk hama ringan, semprotan air sabun bisa menjadi solusi cepat. Jika muncul jamur, perbaiki sistem drainase dan hindari menyiram daun pada sore atau malam hari.

Mahalnya harga cabai saat ini tidak mempengaruhi Daliman (48), warga Kampung Gemblakan Atas, Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Yogyakarta. Pasalnya sejak 5 tahun lalu Daliman mulai menanam cabai di atap rumahnya.Kebun Cabai di Atap Rumah Foto: Pradito Rida Pertana

7. Teknik Pemanenan dan Perawatan Berkelanjutan

Pemanenan yang tepat akan merangsang pertumbuhan baru pada tanaman. Untuk sayuran daun, panenlah daun terluar secara berkala. Sedangkan untuk buah seperti tomat dan cabai, panen saat warnanya matang sempurna.

Lakukan pemangkasan rutin untuk menjaga pertumbuhan tanaman tetap sehat dan produktif. Setelah selesai masa panen, tambahkan kompos baru atau ganti sebagian media tanam agar nutrisi tetap terjaga. Perawatan berkelanjutan adalah kunci agar kebun atap tetap subur sepanjang tahun.




(ihc/irb)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads