- Ide Agrobisnis Rumahan 1. Hidroponik Sayuran Segar 2. Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber) 3. Menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA) 4. Tanaman Hias yang Sedang Hits 5. Menjual Bibit Tanaman
- Tips Memulai Agrobisnis Rumahan 1. Tentukan Jenis Usaha Sesuai Lahan dan Minat 2. Pelajari Teknik Budidaya 3. Gunakan Media Daur Ulang 4. Perhatikan Kualitas Air dan Nutrisi 5. Manfaatkan Media Sosial untuk Pemasaran 6. Mulai dari Skala Kecil
Agrobisnis kini menjadi salah satu bidang usaha yang banyak diminati karena potensinya yang besar dan fleksibilitasnya yang tinggi. Tak perlu memiliki lahan luas untuk memulai, karena bisnis di bidang pertanian modern bisa dijalankan dari rumah dengan modal yang relatif kecil.
Dengan teknik budidaya yang tepat dan kreativitas dalam pengelolaan, siapapun dapat menjadikan halaman rumah sebagai sumber penghasilan tambahan yang menjanjikan. Berkembangnya tren urban farming membuat masyarakat perkotaan mulai melirik peluang agrobisnis rumahan.
Baca juga: Cara Menanam Cabai dengan Hidroponik |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ide Agrobisnis Rumahan
Dilansir dari akun Instagram Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Surabaya dan Kebun Raya Mangrove Surabaya, berikut beberapa ide peluang agrobisnis rumahan yang bisa kamu coba untuk memanfaatkan lahan terbatas.
1. Hidroponik Sayuran Segar
Budidaya sayuran hidroponik menjadi pilihan populer bagi masyarakat perkotaan yang memiliki ruang terbatas. Sistem ini tidak membutuhkan tanah, melainkan menggunakan air dan larutan nutrisi untuk menumbuhkan tanaman. Jenis sayuran selada, kangkung, bayam, dan sawi hijau dapat tumbuh subur dengan metode ini.
Selain menghasilkan sayuran segar untuk konsumsi pribadi, hasil panennya juga bisa dijual ke tetangga atau pasar lokal dengan harga yang cukup menguntungkan. Perawatan tanaman hidroponik relatif mudah dan bisa dilakukan di halaman, balkon, bahkan di atap rumah.
Seorang pekerja memanen basil di Ladang Farm, Cilandak, Jakarta, Kamis (4/9/2025). Lokasi ini menjadi salah satu contoh pertanian perkotaan modern di ibu kota. Foto: Grandyos Zafna |
2. Budidaya Ikan dalam Ember (Budikdamber)
Inovasi budidaya ikan dalam ember atau budikdamber semakin digemari karena praktis dan hemat lahan. Dengan peralatan sederhana berupa ember, aerator, dan bibit ikan lele atau nila, kamu sudah bisa memulai bisnis kecil ini.
Keunggulan budikdamber terletak pada sistemnya yang efisien-di bagian atas ember bisa ditanami kangkung atau bayam, sementara bagian bawah digunakan untuk memelihara ikan. Konsep ini memungkinkan dua hasil panen sekaligus, yaitu sayur dan ikan segar.
Petani yang tergabung dalam kelompok tani Retis menunjukkan indukan ikan nila merah di kolam budidaya bersistem bioflok Foto: ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO |
3. Menanam Tanaman Obat Keluarga (TOGA)
Tanaman obat keluarga atau Toga juga menjadi peluang agrobisnis rumahan yang potensial. Jenis tanaman seperti jahe, kunyit, serai, kencur, dan temulawak tidak hanya mudah dirawat, tetapi juga memiliki nilai jual tinggi karena banyak digunakan untuk jamu dan olahan herbal.
Selain itu, tren gaya hidup sehat membuat masyarakat semakin tertarik pada produk alami. Kamu bisa mengemas hasil panen dalam bentuk serbuk instan, teh herbal, atau minyak esensial untuk meningkatkan nilai jualnya.
Tanaman Jahe Foto: Getty Images/ICHIBANHIGASHI |
Baca juga: Tanaman yang Cocok Ditanam Saat Musim Hujan |
4. Tanaman Hias yang Sedang Hits
Bisnis tanaman hias terbukti masih menjanjikan. Tanaman seperti monstera, aglaonema, sirih gading, dan kaktus mini terus memiliki penggemar setia, terutama di kalangan pencinta dekorasi rumah.
Dengan penataan yang menarik dan promosi lewat media sosial, tanaman hias bisa mendatangkan keuntungan besar. Kunci sukses bisnis ini adalah konsistensi dalam perawatan dan kejelian memilih tren tanaman yang sedang naik daun.
5. Menjual Bibit Tanaman
Jika belum siap terjun ke budidaya besar, menjual bibit tanaman bisa menjadi langkah awal yang menguntungkan. Bibit sayuran, buah, dan tanaman hias selalu dibutuhkan oleh masyarakat yang ingin berkebun mandiri.
Bisa juga memanfaatkan pot kecil atau polybag untuk menanam bibit dan menjualnya secara online. Dengan pemasaran yang tepat, bisnis kecil ini bisa berkembang pesat dan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan.
Bibit Tanaman Foto: Suparno |
Tips Memulai Agrobisnis Rumahan
Bagi pemula, memulai agrobisnis di rumah mungkin terasa menantang. Namun, dengan langkah yang tepat, usaha kecil ini bisa berkembang pesat. Berikut beberapa tips agar bisnis agrobisnis rumahan sukses dan berkelanjutan.
1. Tentukan Jenis Usaha Sesuai Lahan dan Minat
Mulailah dengan menentukan jenis agrobisnis yang sesuai dengan kondisi rumah. Jika lahan terbatas, pilih sistem tanam vertikal atau hidroponik. Sesuaikan juga dengan minat agar kamu bisa lebih konsisten dalam perawatan.
2. Pelajari Teknik Budidaya
Sebelum mulai menanam atau beternak, pelajari dulu teknik dasar budidaya dari sumber terpercaya, seperti pelatihan pertanian, komunitas petani, atau kanal YouTube edukatif. Pengetahuan yang baik akan mengurangi risiko gagal panen.
3. Gunakan Media Daur Ulang
Kamu tidak harus membeli semua peralatan baru. Gunakan ember bekas, botol plastik, atau pipa PVC untuk wadah tanam. Selain menghemat biaya, cara ini juga mendukung gerakan ramah lingkungan.
4. Perhatikan Kualitas Air dan Nutrisi
Air bersih menjadi faktor penting dalam keberhasilan agrobisnis rumahan, terutama untuk sistem hidroponik dan budikdamber. Pastikan air tidak tercemar dan nutrisi yang digunakan sesuai dengan kebutuhan tanaman atau ikan.
5. Manfaatkan Media Sosial untuk Pemasaran
Promosi digital adalah kunci agar hasil panen cepat dikenal. Gunakan media sosial seperti Instagram, Facebook, atau TikTok untuk menampilkan proses budidaya dan hasil panen. Cerita autentik tentang proses pertanian sering menarik perhatian calon pembeli.
6. Mulai dari Skala Kecil
Jangan terburu-buru memperluas usaha. Fokus dulu pada satu jenis produk hingga kamu benar-benar menguasai cara perawatannya. Setelah stabil, baru tingkatkan jumlah produksi secara bertahap.
Peluang agrobisnis rumahan terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin memanfaatkan lahan terbatas secara produktif. Dengan inovasi, ketekunan, dan pemanfaatan teknologi, kegiatan bercocok tanam bisa menjadi sumber penghasilan sekaligus gaya hidup berkelanjutan.
(ihc/irb)















































