Erupsi Gunung Semeru yang terjadi pada 19 November lalu mengakibatkan dampak kerusakan yang hebat. Ratusan rumah warga tertimbun abu vulkanik.
"Akibat erupsi Gunung Semeru rumah yang tertimbun sebanyak 200 data yang rusak parah ada 21," ujar Kepala BPBD Provinsi Jawa Timur Gatot Soebroto kepada detikJatim, Minggu (23/11/2025).
Gatot menambahkan, ratusan rumah warga yang terdampak erupsi Semeru rata-rata berada di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Lumajang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain ratusan rumah warga, sejumlah fasilitas umum juga mengalami kerusakan seperti Sekolah Dasar Negeri Supiturang 02, 7 unit musala serta taman pendidikan alquran (TPQ) juga rusak.
Baca juga: Gunung Semeru 2 Kali Erupsi Pagi Ini |
Erupsi gunung Semeru juga mengakibatkan 3 orang luka akibat terpapar abu vulkanik. Selain itu juga mengakibatkan empat ekor sapi dan 139 ekor kambing mati.
"Kita melakukan upaya pembersihan material vulkanik yang terjadi akibat erupsi Gunung Semeru," pungkas Gatot.
Semeru Masih Keluarkan 36 Kali Letusan dalam 6 Jam
Sementara itu, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Mukdas Sofian mengatakan hingga saat ini letusan masih terjadi. Bahkan dalam 6 jam pihaknya mencatat ada 36 kali.
Letusan tersebut terjadi periode 23 November 2025 pukul 00.00-06.00 WIB. Tinggi kolom letusan teramati 500 -700 meter berwarna putih kelabu ke arah barat daya. Gunung Semeru juga tercatat mengalami 2 kali guguran, 8 kali hembusan.
"Status masih level 4 atau awas," kata Sofian dalam laporan tertulisnya.
Petugas menghimbau kepada warga agar tidak melakukan aktifitas sejauh 20 kilometer dari puncak gunung Semeru. Selain itu juga mewaspadai awan panas guguran dan lahar di sepanjang aliran yang berhulu dari gunung Semeru.
"Kami menghimbau kepada warga agar tidak beraktifitas sejauh 20 kilometer dari puncak, serta mewaspadai potensi awan panas serta banjir lahar," pungkas Sofian.
(dpe/abq)
