Banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan mulai surut di tujuh desa. Saat ini, banjir masih terpantau di tujuh desa lainnya.
"Saat ini banjir di tujuh desa sudah surut," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Kamis (13/11/2025).
Sebanyak tujuh desa yang sudah surut, antara lain Desa Toyaning, Sadengrejo, di Kecamatan Rejoso; kemudian Desa Bandaran dan Prodo di Kecamatan Winongan; lalu Desa Cangkringmalang, Kecamatan Beji.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Banjir di Desa Tambakan, Desa Manaruwi dan Desa Bandaran juga sudah surut," terang Sugeng.
Desa-desa yang masih banjir, antara lain Desa Gempol, Kejapanan, dan Legok di Kecamatan Gempol; kemudian Desa Kedungringin dan Kedungboto di Kecamatan Beji; lalu Kelurahan Kalianyar di Kecamatan Bangil.
"Ada satu lagi yang belum surut di Desa Kedawungkulon, Dusun Kebrukan," terang Sugeng.
Salah satu warga Desa Kedungringin Henry Sulfianto mengatakan banjir di wilayahnya cenderung lama surut karena letak desa yang rendah. Ia berharap pemerintah segera menindaklanjuti permintaan warga agar jembatan di Dusun Kedungringin Tengah ditinggikan untuk mencegah banjir berulang.
"Warga sudah lama minta jembatan ditinggikan, tapi belum ada tindakan," terangnya.
Sebanyak 14 desa dan kelurahan di Kabupaten Pasuruan banjir antara 20-50 sentimeter. Belasan desa ini berada di enam kecamatan yang ada di wilayah barat dan timur.
Banjir tersebut terjadi akibat hujan lebat merata di wilayah ini. Banjir mulai melanda desa-desa sejak Rabu (12/11/2025) pukul 22.45 WIB.
(auh/irb)











































