Pemerintah pusat memastikan akan membangun kembali Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny Sidoarjo yang ambruk dan menewaskan puluhan santri. Pembangunan ulang ponpes tersebut rencananya akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Kemenkeu sudah melakukan pembahasan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU). Namun hingga kini belum ada keputusan.
"Yang (ponpes) runtuh itu ya? Saya enggak tahu akhirnya seperti apa. Tapi saya sudah, kalau saya sudah diskusi dengan Menteri PU," kata Purbaya di Universitas Airlangga (Unair) kampus C Surabaya, Selasa (11/11/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pemerintah pusat memiliki anggaran yang dapat digunakan untuk pembangunan ulang jika sudah ada pengajuan resmi dari kementerian terkait.
"Pada dasarnya uangnya ada kalau menteri itu mengajukan bisa dijalankan dengan cepat," ujarnya.
Meski begitu, Purbaya mengaku belum mengetahui detail perkembangan terakhir soal pembangunan ulang Ponpes Al Khoziny. Namun, ia menegaskan bahwa anggaran tersedia.
"Tapi detail akhirnya saya nggak tahu seperti apa yang belum diskusi lebih lanjut tapi saya sih bilang uangnya ada," pungkasnya.
Diketahui, bangunan musala Ponpes Al Khoziny ambruk pada Senin, 29 September ketika ratusan santri salat asar. Akibatnya, 63 santri tewas dan dan 104 selamat.
Pemerintah bakal segera membangun kembali dan Presiden Prabowo Subianto direncanakan melakukan ground breaking pembangunan gedung baru Al Khoziny pada 25 November 2025 mendatang. Gedung baru Al Khoziny nanti berada di lokasi baru di Jalan Antartika, Desa Siwalanpanji, Sidoarjo.
(auh/hil)











































