Bupati Trenggalek Imbau Warga Waspada, Lokasi Longsor Masih Rawan

Bupati Trenggalek Imbau Warga Waspada, Lokasi Longsor Masih Rawan

Adhar Muttaqin - detikJatim
Selasa, 04 Nov 2025 08:30 WIB
Bupati Trenggalek Imbau Warga Waspada, Lokasi Longsor Masih Rawan
Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin melihat langsung lokasi longsor yang menerjang rumah warga (Foto: Dok. Istimewa)
Trenggalek -

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi tanah longsor Depok meningkatkan kewaspadaan. Hasil asesmen ditemukan potensi longsor susulan.

Pascabencana tanah longsor yang merenggut empat korban jiwa di Dusun Banaran, Desa Depok, Kecamatan Bendungan, Bupati Trenggalek bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban. Rombongan juga sempat ziarah kubur ke makam korban.

Saat bertemu keluarga korban dan warga Bupati meminta masyarakat berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan. Mengingat dari hasil kajian lapangan yang dilakukan BPBD Trenggalek ditemukan retakan tanah di sekitar titik utama longsor yang menimbun rumah Sarip (60).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Retakan tanah terjadi sporadis di atas kawasan perkampungan warga. Kondisi tersebut dinilai cukup rawan dan bisa memicu terjadinya longsor susulan. Pihaknya pun langsung memerintahkan jajarannya untuk membuat posko pengungsian bagi masyarakat.

ADVERTISEMENT

"Paling penting sekarang kita memberikan pengetahuan kepada warga bahwa beliau-beliau di sini masih dalam zona rawan sehingga kita memberikan edukasi jika hujan curahnya tinggi mengungsi ke tempat yang aman," kata M Nur Arifin, Selasa (4/11/2025).

Titik lokasi pengungsian yang dinilai aman dari potensi longsor susulan berada di SDN Satu Atap Depok. Kawasan tersebut tidak terlalu jauh dari wilayah perumahan yang masuk zona bahaya, namun relatif aman dari potensi longsor.

"Untuk sementara kami siapkan untuk kebutuhan di pengungsian, sedangkan jangka panjangnya akan kami upayakan untuk relokasi," jelasnya.

Menurutnya pengungsian juga dilakukan terhadap warga Dusun Kebonagung, Desa Depok yang berada di sekitar lokasi longsor enam bulan lalu.

"Total ada 95 rumah yang kami usulkan dibangun untuk relokasi," jelasnya.

Bupati Arifin menambahkan kewaspadaan dini terhadap potensi longsor tidak hanya dilakukan bagi warga Depok, namun seluruh masyarakat Trenggalek terutama yang rumahnya berada di dekat tebing.

"Mohon kalau sudah hujan dalam intensitas tinggi, apalagi di malam hari, saya himbau, saya wajibkan untuk mencari tempat yang lebih aman," kata Bupati.

Sebelumnya, Sabtu (1/11/2025) malam tebing setinggi 25 meter di Dusun Banaran longsor dan menimbun rumah rumah milik Sarip. Akibatnya lima orang penghuni rumah ikut tertimbun. Empat korban ditemukan meninggal dunia dan satu orang selamat.

Korban yang meninggal dunia adalah pasangan suami istri Sarip dan Welas (53) serta kedua anaknya Fajar Puji Wibowo (19) dan Rohman (15). Sementara itu korban selamat adalah Wijianto (30).




(dpe/abq)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads