Warga mulai mendatangi posko aduan yang dibuka Pertamina di Surabaya buntut keluhan motor brebet usai isi Pertalite. Seperti di posko SPBU 54601107, Jalan Kebonsari Surabaya.
Salah satu petugas SPBU, Reyvaldi mengatakan, sejak posko dibuka kemarin (28/10) sudah ada sekitar enam warga yang datang untuk melapor.
"Posko sudah buka sejak kemarin. Sudah ada sekitar enam orang yang datang. Semuanya langsung kami layani," ujar Reyvaldi saat ditemui detikJatim, Rabu (29/10/2025).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menjelaskan bahwa posko di SPBU tersebut melayani pengaduan untuk konsumen BBM jenis Pertalite yang diduga mengalami masalah. Masyarakat bisa menyampaikan laporan mulai 28 hingga 30 Oktober 2025 pukul 08.00-16.00 WIB.
"Ada beberapa dokumen yang harus dibawa sesuai persyaratan," jelasnya.
Beberapa dokumen tersebut antara lain mengisi form keluhan konsumen di SPBU, membawa fotokopi identitas atau KTP, laporan tempat pengisian BBM Pertalite, membawa sample BBM dari kendaraan, dan membawa nota asli total biaya perbaikan yang disebabkan BBM Pertalite.
Selanjutnya, setiap aduan akan dicek kebenarannya.
"Kalau bukti struk lengkap, misalnya beli 2,5 liter Pertalite, nanti kita ganti dengan Pertamax dalam jumlah yang sama. Kalau tidak ada struk, kita akan konfirmasi ke SPBU terkait, bisa dicek lewat CCTV," tambah Reyvaldi.
Lalu, kendaraan yang dilaporkan dan buktinya sesuai, akan dibawa ke bengkel resmi untuk dicek dan ditap (dikuras) sebelum diganti BBM baru.
Sementara itu, Raditya, salah satu karyawan swasta kawasan Rungkut yang melapor di posko tersebut mengaku motornya mulai brebet usai mengisi Pertalite di SPBU Driyorejo, Jumat (24/10) lalu.
"Sabtu saya nggak pakai motor, baru Minggu malam terasa brebet. Senin tambah parah, kemarin juga makin parah. Akhirnya saya lapor ke Pom Driyorejo, di sana dites petugas, memang brebet. Dikasih form aduan dan disampaikan bisa ke beberapa posko, salah satunya di Kebonsari ini," tutur Raditya.
Ia pun berharap Pertamina bisa gerak cepat memberi solusi kepada masyarakat. Sebab ia merasa bahwa keluhan brebet di motornya juga sudah semakin parah.
"Harapannya Pertamina pasti memberi solusi ya, atau ada posko langsung ditangani dicek, ditap (ganti BBM). Kalau kita sebagai konsumen ke bengkel sendiri kan perlu waktu lagi biaya dan waktu," harapnya.
Sebelumnya, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi menyatakan bahwa pembukaan posko ini demi memastikan keterbukaan layanan publik setelah masuknya banyak keluhan pelanggan mengenai Pertalite yang membuat motor bermasalah.
Ahad mengatakan, sejauh ini Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah menerima aduan dari konsumen mengenai produk Pertalite yang diduga menimbulkan gangguan mesin kendaraan bermotor di area Lamongan, Gresik, Bojonegoro, Tuban, Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.
"Untuk wilayah terdampak di luar lokasi posko kami arahkan untuk menghubungi SPBU terakhir pembelian BBM, atau bisa menghubungi Call Center 135, Email pcc135@pertamina.com, atau β DM Instagram @pertamina.135," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/10/2025).
Pihak Pertamina akan melakukan penggantian biaya perbaikan kerusakan kendaraan setelah pelanggan menempuh sejumlah langkah pelaporan dan syarat berlaku yang telah ditentukan.
"Konsumen akan diarahkan ke bengkel resmi yang ditunjuk oleh Pertamina untuk dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Pihak Pertamina akan mengganti biaya perbaikan kendaraan yang terdampak," ujar Ahad.
Di Surabaya, posko aduan Pertamina itu tersebar di beberapa wilayah yakni:
1. SPBU 5460146
Jl. Arif Rahman Hakim No. 150, Surabaya
2. SPBU 5460179
Jalan Kayoon No. 48, Surabaya
3. SPBU 5460134
Jalan Wonorejo 1, Manukan Kulon, Tandes, Surabaya
4. SPBU 54601107
Jalan Kebonsari Tengah No. 64-66, Surabaya
(auh/hil)











































