Nasihat PBNU ke Anggota DPR: Tak Ada Manfaat Bersitegang dengan Rakyat

Nasihat PBNU ke Anggota DPR: Tak Ada Manfaat Bersitegang dengan Rakyat

Amir Baihaqi - detikJatim
Sabtu, 30 Agu 2025 19:45 WIB
Logo Nahdlatul Ulama
Foto: Dok. laman resmi NU Indonesia
Surabaya -

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) buka suara setelah aksi demo menjurus anarkis yang melanda di Jakarta. Terlebih, demo semakin membesar dan merata ke sejumlah daerah setelah kematian driver ojek online (ojol) Affan Kurniawan (21) yang terlindas mobil rantis Brimob.

Ketua PBNU, Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) awalnya menyampaikan bela sungkawa atas meninggalnya almarhum Affan. Ia menyebut PBNU sangat prihatin dengan peristiwa tragis itu.

"Kita sangat prihatin dan menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas terjadinya korban jiwa driver ojol Affan Kurniawan dalam unjuk rasa di Jakarta, semoga Allah senantiasa memberikan Rahma-Nya kepada almarhum," kata Gus Fahrur kepada detikJatim, Sabtu (30/8/2025).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengurus Pondok Pesantrean An-Nur 1 Bululawang, Kabupaten Malang itu lantas mengimbau dan meminta semua pihak dapat menahan diri. Sebab dengan demikian potensi jatuhnya korban jiwa bisa dhindari lagi.

ADVERTISEMENT

"Kita menyerukan agar semua pihak dapat menahan diri agar tidak terjadi korban jiwa lagi dan dilakukan penanganan lebih cepat untuk mencegah terjadinya tindak kekerasan dan konflik horizontal," ujar Gus Fahrur.

Sedangkan untuk pemerintah, Gus Fahrur juga mengimbau agar segera menyerap aspirasi masyarakat dan segera melakukan langkah selanjutnya. Salah satunya menjatuhkan hukuman bagi aparat yang melanggar.

"Presiden dan pemerintah setelah mendengar aspirasi masyarakat hendaknya segera mengambil kebijakan strategis untuk menenangkan masyarakat dalam tempo secepatnya dan memberikan sanksi terhadap aparat yg telah melakukan pelanggaran," jelasnya.

Terakhir, Gus Fahrur menasihati agar para wakil rakyat atau anggota DPR bisa lebih peka. Tak hanya itu, ia memberi nasihat bahwa berkonflik dengan rakyat tak ada manfaatnya.

"Wakil rakyat hendaknya peka terhadap tuntutan masyarakat dan merespons dengan baik agar masyarakat segera dapat bekerja dengan tenang, tidak ada manfaatnya bersitegang dengan rakyat, suara rakyat harus didengar dan diperhatikan secara sungguh-sungguh sebagai amanah konstitusi yang wajib dijunjung tinggi oleh wakil rakyat," tandas Gus Fahrur.




(auh/abq)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads