MUI Malang Ajak Ojol Tetap Tenang-Jaga Kamtibmas Usai Kejadian Affan

MUI Malang Ajak Ojol Tetap Tenang-Jaga Kamtibmas Usai Kejadian Affan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 30 Agu 2025 17:11 WIB
Pengurus MUI Kota Malang (kanan), Kapolresta dan perwakilan ojol usai salat ghaib
Pengurus MUI Kota Malang (kanan), Kapolresta dan perwakilan ojol usai salat ghaib. (Foto: Muhammad Aminudin/detikJatim)
Malang -

Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Malang, Abdul Rohim Sahid, mengimbau agar seluruh masyarakat, khususnya para pengemudi ojek online (ojol), tidak mudah terhasut oleh isu-isu yang mengatasnamakan ojol. Imbauan ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan terhadap kejadian yang menimpa almarhum Affan Kurniawan.

"Dari kami, ada MUI, Dewan Masjid, DMI, FKUB, PCNU, dan PDM yang memberikan perhatian khusus. Kami berharap masyarakat, khususnya teman-teman ojol. Untuk tetap jernih dalam menyikapi masalah ini dan tidak terhasut isu yang beredar," kata Abdul Rohim Sahid usai mengikuti salat ghaib almarhum Affan Kurniawan di Polresta Malang Kota, Sabtu (30/8/2025).

Abdul Rohim juga menyampaikan rasa belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum Affan Kurniawan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Semoga dosa-dosanya diampuni dan semoga keluarganya diberi ketabahan. Kami mengungkapkan rasa empati dan simpati yang mendalam atas kejadian ini," lanjutnya.

Namun, Abdul Rohim juga menekankan bahwa cara mengekspresikan rasa simpati dan empati harus dilakukan dengan cara yang baik dan tidak menambah kerusakan. Karena, Islam mengajarkan untuk tidak mengatasi kerusakan dengan kerusakan.

ADVERTISEMENT

"Kami berharap teman-teman ojol bisa menghindari tindakan yang justru bisa memperburuk keadaan. Seperti dalam hukum agama, tidak boleh ada kerusakan yang ditimbulkan oleh tindakan balasan," tambahnya.

Abdul Rohim menyarankan agar masyarakat, terutama ojol mengedepankan jalur hukum dalam menyampaikan aspirasi. Selain tetap menjaga situasi kondusif Kota Malang.

"Jangan mudah terhasut dengan berbagai informasi yang belum tentu benar. Kami sepakat dengan teman-teman ojol, untuk tetap menjaga ketenangan, agar Kota Malang tetap kondusif," ujarnya.

Sebelumnya, salat gaib untuk almarhum Affan Kurniawan (21), driver ojol tewas tertabrak rantis Brimob, digelar Polresta Malang Kota bersama pengemudi ojol serta ulama di masjid Baiturrohman kompleks Polresta Malang Kota, Sabtu siang.

Sementara Kapolresta Malang Kota Kombes Nanang Haryono memastikan, proses hukum terhadap 7 anggota terlibat atas kematian Affan Kurniawan berjalan transparan.

Nanang menegaskan, penahanan terhadap tujuh anggota terlibat dalam peristiwa itu sudah dilakukan.

"Sejak awal, seluruh proses pemeriksaan sudah disiarkan di media, baik media nasional maupun lokal. Bahkan, tujuh anggota yang terlibat dalam kejadian tersebut sudah ditahan di penempatan khusus," tambahnya.

Nanang mengajak semua pihak untuk terus mengawal proses hukum yang tengah berjalan.

"Sampai proses sampai saat ini masih berlanjut. Dan lagi transparansi dari Polri jangan diragukan dan mari kita kawal bersama," tegasnya.

Nanang juga menjamin akan mengawal proses demokrasi di Malang Raya dengan merangkul seluruh elemen serta mengedepankan langkah-langkah persuasif.

"Kami akan selalu persuasif, supaya tidak ada korban lainnya. Dan kami akan terus menjaga demokrasi di Malang Raya dengan merangkul semua elemen," terangnya




(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads