Ribuan Massa Demo di DPRD dan Polres Jember

Ribuan Massa Demo di DPRD dan Polres Jember

Yakub Mulyono - detikJatim
Sabtu, 30 Agu 2025 14:26 WIB
Ribuan orang demo di Polres Jember
Ribuan orang demo di Polres Jember (Foto: Yakub Mulyono/detikJatim)
Jember -

Ribuan massa mengatasnamakan Amarah Masyarakat Jember (AMJ) berunjukrasa di DPRD dan Polres Jember. Aksi ini buntut meninggalnya Affan Kurniawan, ojol di Jakarta yang meninggal akibat dilindas kendaraan perintis (rantis) aparat kepolisian.

Mereka melakukan aksi diawali di sepanjang Jalan Kalimantan menuju DPRD Jember. Setelah melakukan orasi di Bundaran DPRD, mereka lanjut menuju Polres Jember.

Salah satu orator aksi, Maria Masita, dalam orasinya menyampaikan agar perjuangan mahasiswa tidak berhenti pada aksi hari ini. Dia menegaskan, ancaman represif bisa menimpa siapa pun hari ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan berhenti di sini untuk perjuangan negeri ini. Bisa jadi kita pun akan jadi korban selanjutnya," katanya di depan Polres Jember, Sabtu (30/8/2025).

"Negeri ini bobrok. Kita punya hak atas negeri ini. Revolusi dimulai dari sini, demo ini akan berlanjut sampai tuntas," tambahnya.

ADVERTISEMENT

Dia juga menolak jika aksi mahasiswa hanya diarahkan atau dibatasi ruang geraknya. Menurutnya, suara mahasiswa adalah suara hati dan kebenaran yang tidak bisa dikendalikan.

"Jangan atur-atur kami sekarang. Suara kami murni, tidak ada kepentingan apapun. Kami hanya ingin menyelamatkan negeri ini, karena kita pun hidup di sini," ujarnya.

Masita juga secara lantang menyebut DPR tidak lagi mewakili rakyat. Dia menyerukan agar lembaga legislatif itu dievaluasi secara total karena dianggap tidak bermanfaat.

"Lanjutkan perjuangan ini sampai tuntas. DPR itu isinya cuma bajingan. Turun mereka, pulang mereka," paparnya.

Masita menambahkan di penghujung orasinya, bahwa mahasiswa tetap menjaga solidaritas. Dia mendorong agar gerakan perlawanan dilakukan secara terorganisir dan elegan, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa lebih berpikir kritis dibanding para elite politik.

"Kita jadikan perjuangan ini rapi dan elegan. Tunjukkan kalau kita lebih pintar daripada orang-orang yang duduk di dalam sana," tandasnya.

Sebagai informasi, ribuan mahasiswa itu terdiri dari massa aksi gabungan. Dari pihak BEM Kampus dan organisasi mahasiswa ekstra seperti GMNI, HMI, PMII.




(auh/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads