Menkes Ingin Ada Laboratorium di Madura sehingga Tak Perlu Ke Surabaya

Menkes Ingin Ada Laboratorium di Madura sehingga Tak Perlu Ke Surabaya

Ahmad Rahman - detikJatim
Kamis, 28 Agu 2025 21:45 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau vaksinasi campak di Sumenep.
Menkes Budi Gunadi Sadikin saat meninjau vaksinasi campak di Sumenep. (Foto: Istimewa)
Sumenep -

Menkes Budi Gunadi Sadikin menginginkan agar Madura punya Laboratorium. Supaya ketika ada indikasi penyakit bisa cepat diketahui dan bisa segera diatasi dengan baik tanpa perlu ke Surabaya.

"Saya ingin pastikan ada Lab di Madura sehingga kalau ada indikasi campak tidak usah jauh-jauh ke Surabaya kirimnya ke Madura aja," kata Menkes Budi, Kamis (28/08/2025).

Sehingga ketika hasil labnya segera ketahuan, penanganannya akan lebih cepat diantisipasi. Tujuannya adalah meminimalisir jatuhnya korban sampai meninggal dunia karena penanganannya akan lebih cepat dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Supaya kalau ketahuan benar-benar ada campak satu saja, maka minimal 1 kecamatan atau 1 desa anak-anaknya harus divaksin," kata Budi.

Menkes juga menargetkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak di Kabupaten Sumenep bisa selesai dalam waktu dua minggu.

ADVERTISEMENT

"Saya sudah diskusi dengan Pak Bupati, kita usahakan selesai dalam dua minggu," kata Menkes Budi.

Menkes didampingi Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo meninjau langsung penanganan KLB campak di Sumenep dengan melihat kegiatan imunisasi massal di TK-PAUD Qurrota A'yun, Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota, Sumenep.

Menkes menargetkan dalam kurun waktu dua minggu, seluruh anak di Sumenep yang menjadi sasaran program Outbreak Response Immunization (ORI) bisa tunta1s diimunisasi.

Untuk mendukung percepatan imunisasi, Kemenkes sudah mengirim 11.000 vial vaksin campak ke Madura. Dengan kapasitas satu vial untuk delapan anak, stok tersebut bisa mencakup sekitar 80 ribu anak, lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan di Sumenep.

Sementara itu, Berdasarkan data Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, sejak awal tahun hingga 27 Agustus 2025, kasus campak di Sumenep mencapai 2.321. Dari jumlah itu, 2.241 pasien dinyatakan sembuh, 60 masih dirawat, dan 20 orang meninggal.




(dpe/hil)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads