Jumlah pasien meninggal akibat campak di Kabupaten Sumenep, Madura, terus bertambah. Hingga Kamis (28/8/2025), tercatat sudah 20 anak meninggal dunia.
Hal itu disampaikan langsung Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) Budi Gunadi Sadikin usai meninjau pelaksanaan vaksinasi campak di TK-PAUD Qurrota A'yun, Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep.
"Yang meninggal sudah 20. Kita harapkan dalam dua minggu berhenti di sana dan tidak naik lagi," kata Menkes Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam kunjungannya, Menkes Budi juga menyinggung maraknya hoaks terkait imunisasi yang membuat sebagian masyarakat enggan membawa anaknya untuk divaksin.
Menurutnya, selain merugikan masyarakat, kabar menyesatkan itu juga dapat menghambat upaya pemerintah dalam menekan kasus campak yang kini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) di Sumenep.
"Saya datang ke sini untuk memastikan program imunisasi campak ini benar-benar dijalankan," ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan data Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep, sejak awal tahun hingga 27 Agustus 2025, jumlah kasus campak di kabupaten paling timur Pulau Madura mencapai 2.321 orang.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.241 pasien sudah sembuh, 60 masih dalam perawatan, dan 20 meninggal dunia.
Adapun 60 pasien yang masih dirawat, sebanyak 36 berada di rumah sakit dan 24 lainnya ditangani di puskesmas.
(auh/hil)