Didasari rasa sayang terhadap kucing dan seringnya melihat kucing liar tak terurus di lingkungan sekitar, seorang anggota polisi di Polres Kediri Kota membuka Panti Kucing gratis. Dia buka panti kucing itu di ruangan toko hewan miliknya.
Yanma Polres Kediri Kota, Aipda Andik Puji Sumartono memang dikenal sebagai pecinta kucing karena kepeduliannya yang besar terhadap kucing-kucing liar. Panti kucing gratis yang dia jalankan saat ini sudah berjalan 1 tahun.
Panti kucing itu menampung lebih dari 100 ekor kucing, baik yang telantar di jalanan maupun kucing yang dititipkan pemiliknya karena terpaksa tidak bisa lagi memeliharanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Daripada dibuang, lebih baik kucing ditaruh di sini. Tidak dipungut biaya, yang penting kucing dalam keadaan sehat. Kalau sakit pun tetap kami rawat dan beri obat gratis," kata Andik Puji kepada detikJatim, Kamis (28/8/2025).
Dalam pengelolaan panti kucing, Andik tidak membuka donasi dan sepenuhnya membiayai kebutuhan makanan hingga perawatan hewan dari kantong pribadi. Dalam sebulan dia bisa merogoh kocek hampir Rp 5 juta untuk pakan dan pasir 100 ekor kucing.
"Murni dari saya sendiri, semua kebutuhan ditanggung pribadi tapi kadang ada yang bantu pakan," jelas Andik.
![]() |
Kendati demikian, Andik tidak menolak jika ada orang atau pecinta kucing yang ingin berbagi dan berbuat baik demi kelangsungan panti kucingnya yang terbilang cukup sederhana dan memanfaatkan kondisi ruang kosong di Pet Shop miliknya di Jalan Ahmad Yani, Kota Kediri.
Panti kucing itu terbagi dalam 3 ruangan. Pertama khusus untuk kucing jantan, kemudian untuk kucing sakit, dan terakhir ruangan untuk induk bersama anak-anaknya.
Untuk membagi waktu, Andik yang bertugas di bagian SIUM Yanma Polres Kediri Kota selalu menyempatkan diri memantau kebersihan dan memberi makan kucing setelah selesai menjalankan tugas dinas.
Selain mengelola panti kucing, Andik juga lebih dulu membuka usaha petshop bernama Petzy sejak 2012. Menurutnya, alasan utama mendirikan panti kucing bukan karena bisnis, melainkan keprihatinan terhadap banyaknya kucing yang dibuang.
Ia berharap komunitas pecinta kucing (cat lovers) di Kediri semakin peduli dan turut mengupayakan program sterilisasi untuk mengendalikan populasi.
"Saya ingin menggerakkan masyarakat supaya jangan buang kucing sembarangan. Kalau tidak bisa memelihara, bisa dititipkan ke shelter atau panti kucing," pungkas Andik.
(dpe/hil)