Round-up

Hukuman PBNU Untuk 5 Tokoh NU yang Bertemu Presiden Israel

Amir Baihaqi - detikJatim
Sabtu, 20 Jul 2024 08:01 WIB
Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi atau Gus Fahrur saat ditemui di Surabaya. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Lima tokoh Nahdlatul Ulama (NU) muda yang bertemu dengan Presiden Israel Isaac Herzog akhirnya mendapat sanksi tegas dari PBNU. Kelima Nahdliyin itu adalah Zainul Maarif, Munawir Aziz, Sukron Makmun, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania kini telah diberhentikan.

Ketua PBNU Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) menegaskan kelimanya sudah diberhentikan. Menurutnyam kelimanya diberhentikan dari badan otonom (banom) yang berada di bawah naungan PBNU.

"Oh sudah diberhentikan, kan sudah dinyatakan diberhentikan. Mereka itu pengurus banom-banom. Dan banom-banom sudah disuruh mengeluarkan instruksi berhenti atau diberhentikan," kata Gus Fahrur di Masjid Al Akbar Surabaya usai menghadiri Kajian Tafsir Al-Jailani Bersama Syekh Muhammad Fadhil Al-Jailani, Jumat (19/7/2024).

"Baru saja kan PWNU DKI Jakarta kan sudah menyatakan pemberhentian ke tokoh itu. Jadi pemberhentian ini berlaku untuk kelima orang itu, dan sudah diberhentikan," tambahnya.

Gus Fahrur menegaskan kelima tokoh Nahdliyin tersebut pasti akan diberhentikan suka atau tidak suka. Sebab, kelimanya sudah tidak memiliki empati atas kejadian di Palestina.

"Yang memang saya tahu yang DKI Jakarta sudah menyatakan pengumuman pemberhentian. Tapi intinya harus berhenti suka atau tidak suka," tegasnya.

"Karena itu hukuman, PBNU menunjukkan soliditas kita untuk mendukung Palestina, bahwa kita ini tidak ada keraguan dan tidak berubah bahwa kita mendukung penuh kemerdekaam Palestina," tambahnya.

Pengasuh Ponpes An-Nur 1 Bululawang Malang ini menegaskan, komitmen PBNU mendukung kemerdekaan Palestina dengan memberhentikan lima tokoh Nahdliyin tersebut.

"Dikira kita main-main, kita betul-betul berdiri mendukung kemerdekaan Palestina dan ini jadi pelajaran supaya yang lain tidak begitu," jelasnya.

"Urusan ke luar negeri itu urusan besar dan harus sesuai koordinasi serta sepengetahuan PBNU," tegas Gus Fahrur.

Berikutnya tanggapan terkait munculnya foto lama Ketum PBNU Gus Yahya bertemu Benjamin Netanyahu




(abq/iwd)

Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork