Pelabuhan Jangkar yang menjadi penyeberangan antarpulau di Situbondo ditutup sementara. Penutupan pelabuhan ini menyusul terjadinya cuaca ekstrem beberapa hari terakhir.
Penutupan penyeberangan Jangkar terhitung sejak hari ini, tepatnya pada Kamis 14 Maret 2024 hingga cuaca membaik. Penutupan juga berdasarkan surat nomor AP.403/PPKL.T/03/III/2024.
Berdasarkan data dari BMKG Juanda, tinggi gelombang air laut tersebut diperkirakan mencapai antara 1 meter hingga 2 meter dengan kecepatan angin 7 sampai 25 knot.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Benar (pelabuhan ditutup, berdasarkan rekomendasi dari BMKG," jelas Koordinator UPT Pelabuhan Pengampu Regional Banyuwangi Wilayah Kerja Jangkar Situbondo, Tri Wahyono saat dikonfirmasi detikJatim, Kamis (14/3/2024).
Menurutnya, penutupan sementara itu terpaksa dilakukan untuk meminimalisir risiko kecelakaan di laut. Sebab, ombak besar dan badai terjadi hampir di semua perairan.
Bukan cuma itu saja, Tri menambahkan bahwa semua aktivitas di pelabuhan penyeberangan Jangkar untuk sementara juga turut dihentikan. Karena hempasan ombak di sekitar pelabuhan juga besar.
"Jika kondisi sudah normal maka akan dibuka kembali. Perkiraan BMKG cuaca ekstrem memang terjadi hingga beberapa hari ke depan," tandas Tri Wahyono.
Beberapa saat sebelumnya penyeberangan menuju Pulau Madura dan sekitarnya juga sempat mengalami penundaan karena cuaca makin tidak memungkinkan.
Pelabuhan Jangkar Situbondo melayani penyeberangan ke Madura dan pulau-pulau sekitarnya. Di antaranya pulau Sepudi, Raas, serta Kangean. Termasuk ke Lembar, NTB.
(dpe/iwd)