Tokoh Agama Mojokerto Dukung Kapolri Waspadai Bangkitnya Sel Tidur Teroris

Tokoh Agama Mojokerto Dukung Kapolri Waspadai Bangkitnya Sel Tidur Teroris

Enggran Eko Budianto - detikJatim
Sabtu, 04 Nov 2023 02:00 WIB
Tokoh Agama Mojokerto Dukung Kapolri Waspadai Bangkitnya Sel Tidur Teroris
Pendiri Ponpes Segoro Agung Kiai Bimo Agus Sunarno (Foto: Istimewa)
Mojokerto -

Sejumlah tokoh agama di Mojokerto mendukung pernyataan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo terkait kewaspadaan terhadap sel tidur teroris imbas perang Palestina melawan Israel. Menurut mereka, kewaspadaan ini penting untuk mencegah aksi teror di tanah air yang justru mengorbangkan bangsa sendiri.

"Saya mendukung pernyataan Bapak Kapolri tentang peperangan di Palestina jangan sampai membuat sel-sel baru teroris di Indonesia," kata Ketum Dewan Pimpinan MUI Kabupaten Mojokerto KH Ahmad Cholil Arphaphy, Jumat (3/11/2023).

Kiai Cholil lantas mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga keamanan, ketertiban, kesejukan dan perdamaian. Salah satunya dengan tidak mudah percaya dengan informasi bohong (hoaks).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apalagi di tahun politik. Beda pilihan silakan, memilih dengan hati nurani. Jangan sampai mengorbankan ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wataniyah dan ukhuwah basyariah," terangnya.

Pengasuh Ponpes Al Quran Ar Rahman, Ahmad Zainur Rofiq juga sependapat dengan pernyataan Kapolri. Sebab menurutnya, apabila marak sel teroris akan memicu aksi teror di Indonesia.

ADVERTISEMENT

"Kami mendukung pernyataan Bapak Kapolri. Karena apabila marak sel teroris akan membuat aksi teror di Indonesia yang justru korbannya adalah masyarakat Indonesia sendiri," ujarnya.

Hal senada disampaikan Pendiri Ponpes Segoro Agung Kiai Bimo Agus Sunarno. Ketika terjadi aksi teror di Indonesia, justru masyarakat yang menjadi korbannya. Situasi keamanan dan ketertiban (kamtibmas) juga terganggu.

"Tentunya berdampak terhadap situasi Kamtibmas di negara yang kita cintai. Setop komentar yang memecah belah persatuan NKRI," jelasnya.

Dukungan untuk pernyataan Jenderal Sigit juga datang dari Pandita Mahavihara Mojopahit Saryono. Menurutnya, polisi harus mewaspadai bangunnya sel-sel tidur teroris. Sebab berpotensi menimbulkan aksi teror di tanah air yang justru mengorbankan masyarakat.

"Karena apabila marak sel teroris akan membuat aksi teror di Indonesia yang justru korbannya masyarakat kita sendiri. Maju terus, jayalah Polriku," tandasnya.

Diberitakan detikcom, arahan Jenderal Sigit disampaikan saat acara Apel Kasatwil 2023 di Jakarta, Rabu (1/11) lalu. Dia menyampaikan, sudah 57 orang ditangkap terkait terorisme pada beberapa waktu terakhir. Polisi harus mengantisipasi teror agar agenda Pemilu dan pembangunan dapat berjalan lancar.

Polisi juga mewaspadai munculnya sel-sel tidur yang terafiliasi dengan teroris. "Beberapa waktu lalu dampak dari perang Israel Palestina tentunya juga membangkitkan sel-sel tidur yang terafiliasi dengan teroris dan mau tidak mau kita tentunya harus waspada," ujar Sigit dalam Apel itu.

Sejurus kemudian, Rieke Diah Pitaloka yang merupakan anggota DPR Fraksi PDIP mengkritik pernyataan Kapolri tersebut. Dia mengatakan kemerdekaan ialah hak segala bangsa dan Palestina berhak memperjuangkan kemerdekaannya dari penjajahan Israel.

Rieke tidak sependapat bahwa tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza saat ini dianggap berpotensi membangunkan sel tidur terorisme. "Mohon dengan segala hormat, hentikan menilai tragedi kemanusiaan Gaza berpotensi membangunkan sel terorisme," kata Rieke, dilansir Antara, Kamis (2/11).

"Sekali lagi, mohon dengan segala kerendahan hati pada siapa pun, jangan menggunakan tragedi kemanusiaan di Gaza sebagai pengalihan isu. Utamanya, soal polemik konstitusi di Mahkamah Konstitusi (MK) akhir-akhir ini," katanya.




(dpe/iwd)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads