Penelitian Batu Meteor Warga Nganjuk Terkendala Dana

Penelitian Batu Meteor Warga Nganjuk Terkendala Dana

Sugeng Harianto - detikJatim
Sabtu, 29 Jul 2023 12:06 WIB
Batu meteor yang diklaim ditemukan warga Nganjuk di tengah hutan.
Penelitian batu meteor yang diklaim ditemukan warga Nganjuk di tengah hutan terkendala biaya (Foto: Sugeng Harianto/detikJatim)
Nganjuk -

Penelitian batu meteor yang ditemukan oleh warga Nganjuk belum bisa terealisasi. Pasalnya, penelitian ini terkendala biaya.

Sebelumnya, pakar sempat meragukan temuan batu meteor itu. Alasannya, baru-baru ini tidak ada peristiwa hujan meteor di Indonesia, lalu batu itu tidak menimbulkan kawah imbas benturan.

Dinas Pariwisata Nganjuk mengaku terkendala dana untuk melakukan penelitian kebenaran batu yang disebut sebagai meteor tersebut. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk, Amin Fuadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Amin, penganggaran penelitian oleh Balai Sangiran masih simpang siur karena beberapa alasan. Salah satunya, karena Museum Sangiran saat ini berbentuk Badan Layanan Umum (BLU) dan memiliki nomor latur baru.

"Bukan ndak jadi ya, tapi tertunda. Gini, Museum Sangiran saat ini merupakan bagian dari museum nasional dan menjadi Badan Layanan Umum di Dikti. Karena nomor latur baru sehingga penganggaran masih simpang siur," ujar Amin.

ADVERTISEMENT

Amin mengatakan, pengajuan penelitian ini bukan hanya ke Museum Sangiran, tetapi juga ke Museum Geologi Bandung. Hingga kini, pengajuan tersebut belum ada jawaban.

Akhirnya, Dinas Pariwisata Nganjuk mencoba alternatif menggunakan anggaran Pemkab setempat, tetapi masih belum memungkinkan.

"Penganggaran masih simpang siur, kemarin secara personal misal daerah bisa akomodasi anggaran belum bisa (Pemkab Nganjuk) kebetulan daerah sangat minim anggaran," papar Amin.

Amin menambahkan, kisaran anggaran untuk melakukan penelitian sekitar Rp 10 juta yang melibatkan 3 hingga 4 orang peneliti. Penelitian ini terus diupayakan Dinas Pariwisata Nganjuk.

"Kita tidak gagal untuk melakukan penelitian tapi masih proses," terangnya.

Sebelumnya, warga Desa Mojorembun, Kecamatan Rejoso, Nganjuk, Suprianto mengaku menemukan 2 batu yang dia percaya batu meteor. Batu dengan berat masing-masing 104,3 kg dan 100,15 kg itu ditemukan di Sungai Kedung Ngaron, Bringin, tepatnya di tengah hutan lereng Gunung Pandan.

"Dua batu ini saya temukan tidak bersamaan. Yang pertama sekitar bulan Maret 2022 dan yang kedua baru tanggal 22 Juni 2022 kemarin," kata Suprianto.

Batu tersebut ditemukan Suprianto usai dirinya mendapat pesan dari nenek tua di dalam mimpi.




(hil/sun)


Hide Ads