Masa Tanggap Darurat Bencana Gunung Semeru Berakhir Besok

Masa Tanggap Darurat Bencana Gunung Semeru Berakhir Besok

Nurhadi Wicaksono - detikJatim
Kamis, 20 Jul 2023 11:19 WIB
Masa tanggap darurat bencana alam Gunung Semeru
Masa tanggap darurat bencana alam Gunung Semeru (Foto: Nurhadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang -

Masa tanggap darurat bencana alam Gunung Semeru telah berjalan selama hampir 14 hari. Artinya, masa tanggap darurat ini akan berakhir besok (21/7/2023).

Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan, dengan berakhirnya masa tanggap darurat ini, pemerintah akan melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur yang rusak akibat diterjang banjir lahar Gunung Semeru.

"Dari sekian keadaan yang kita evaluasi, masa tanggap darurat bencana alam Gunung Semeru cukup 14 hari selanjutnya kita lakukan rehabilitasi dan rekonstruksi," ujar Thoriqul Haq kepada detikJatim, Kamis (20/7/2023).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, sebanyak 1.434 warga yang mengungsi di 16 titik posko pengungsian sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka sebelumnya mengungsi di balai desa dan pondok pesantren yang berada di 6 kecamatan Lumajang. Yakni Kecamatan Pasru Jambe, Tempeh, Pasirian, Candipuro, Pronojiwo dan Tempursari.

Diketahui, banjir lahar Gunung Semeru yang terjadi pada Jumat (7/7) mengakibatkan 26 rumah warga rusak, 9 jembatan putus, sejumlah tanggul sungai jebol hingga 392 hektar lahan pertanian warga rusak.

ADVERTISEMENT

Sejumlah jembatan yang putus akan dilakukan pembangunan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Lumajang, Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta Kementerian PUPR RI.

Sejumlah alat berat Kementerian PUPR juga melakukan perbaikan tanggul yang jebol serta normalisasi sungai, lantaran banjir lahar Gunung Semeru yang membawa material vulkanik mengakibatkan pendangkalan sungai.

"Fokus kita ke depan yakni perbaikan infrastruktur yang rusak. Kita sudah membagi pembangunan infrastruktur yang rusak akan dilakukan pembangunnya oleh Pemkab Lumajang, Pemprov jatim, BNPB serta Kementerian PUPR," pungkas Thoriq.




(hil/fat)


Hide Ads