Kasatreskrim Polres Trenggalek Iptu Agus Salim mengatakan hasil investigasi Komnas KIPI tersebut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses penyelidikan yang dilakukan polisi. Sayangnya dia tidak bisa menyampaikan ke publik.
Ditanya apakah ada dugaan malapraktik dalam perkara ini, polisi mengaku masih belum berani menyimpulkan. "Dari Komnas KIPI sudah keluar. Sedangkan untuk hasilnya nanti akan kami sampaikan waktu akhir penyelidikan," kata Agus Salim, Selasa (4/4/2023).
Agus menyatakan hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap 12 orang saksi. Baik dari keluarga korban MA, maupun tenaga medis yang melakukan proses penanganan imunisasi dan perawatan.
Selain itu pihaknya juga telah meminta legal opinion dari salah satu fakultas kedokteran perguruan tinggi negeri di Surabaya atas salah satu temuan saat penanganan korban MA.
Sebelumnya, balita MA (5 bulan) warga Desa Gembleb, Kecamatan Pogalan, Trenggalek meninggal usai mendapatkan program vaksinasi dari bidan desa. Korban sempat mengalami demam tinggi dan kejang-kejang hingga akhirnya dinyatakan meninggal saat dirawat di RSUD dr Soedomo Trenggalek.
Keluarga korban yang tidak terima dengan kematian MA melaporkan kasus itu ke Satreskrim Polres Trenggalek. Hingga saat ini proses penyelidikan atas kasus itu masih dilakukan polisi.
(dpe/fat)