567 Warga Korban Erupsi Semeru Bertahan di 10 di Posko Pengungsian

567 Warga Korban Erupsi Semeru Bertahan di 10 di Posko Pengungsian

Nur Hadi Wicaksono - detikJatim
Kamis, 08 Des 2022 21:43 WIB
Pengungsi Semeru yang masih bertahan di posko
Pengungsi Semeru yang masih bertahan di posko (Foto: Nur Hadi Wicaksono/detikJatim)
Lumajang -

Sebanyak 567 pengungsi erupsi Gunung Semeru masih bertahan di lokasi pengungsian. Mereka bertahan di 10 titik posko pengungsian yang berada di Kecamatan Candipuro dan Pronojiwo.

"Dari 781 (pengungsi) menjadi 567 di 10 titik yang ada di balai desa baik di Kecamatan Pronojiwo maupun Candipuro," kata Kustari Sumardi, Supervisor Pusdalops BPBD Lumajang, Kamis (8/12/2022).

Siti Arguna, salah satu pengungsi mengaku lebih memilih di pengungsian karena rumahnya berada di zona merah. Saat ini Semeru masih berstatus level 4 atau Awas.

Siti sendiri mengaku telah mengungsi 3 hari ini bersama keluarganya. Ia mengaku was-was apalagi rumahnya berada di Dusun Kajar Kuning dan paling ujung dekat dekat lokasi erupsi Semeru.

"Saya warga Kajar Kuning, mula mengungsi 3 hari, mulai Senin. Masih takut rumahnya di ujung ini, mengungsi sama suami," tandas Siti.

Sebelumnya, Gunung Semeru kembali erupsi. Kali ini erupsi terjadi sekitar pukul 02.46 WIB, Minggu (43/12/2022) dengan tinggi kolom abu 1.500 meter di atas puncak gunung sekitar 5.176 meter di atas permukaan laut.

PVMBG Badan Geologi ESDM menaikkan status Gunung Semeru dari Siaga menjadi Awas. Atau level 3 siaga naik ke level 4 awas. Naiknya status itu terhitung hari Minggu 4 Desember 2022 Pukul 12.00 WIB.

Ada 2.219 warga mengungsi sejak Minggu pagi di 12 titik. Warga yang mengungsi yang bertempat tinggal di lereng Semeru yakni sekitar Pronojiwo dan Supit Urang.



Simak Video "Menilik Dampak yang Timbul Akibat Erupsi Gunung Semeru"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)