Pemprov Jatim Kirim Tim Trauma Healing ke Lokasi Pengungsian Semeru

Pemprov Jatim Kirim Tim Trauma Healing ke Lokasi Pengungsian Semeru

Faiq Azmi - detikJatim
Selasa, 06 Des 2022 00:07 WIB
gubernur khofifah meninjau lokasi pengungsian semeru
Gubernur Khofifah di lokasi pengungsian (Foto: Dok. Pemprov Jatim)
Surabaya -

Gubernur Khofifah terjun langsung meninjau sejumlah posko pengungsian dan lokasi terdampak usai terjadinya awan panas guguran (APG) Gunung Semeru.

Khofifah memastikan distribusi logistik di lokasi pengungsian berjalan baik dan dapur umum sedia 24 jam. Selain itu, untuk membantu meminimalisir trauma warga, Pemprov Jatim juga akan mengirim tim trauma healing.

"Dukungan tim psikososial tetap dibutuhkan untuk meminimalisir trauma di warga terhadap letusan awan panas guguran tahun lalu masih kuat dalam memori mereka," kata Khofifah dalam keterangannya, Senin (5/12/2022).

Khofifah memastikan, tim trauma healing akan dikirim ke lokasi pengungsian dan dikoordinasi melalui Dinas Sosial Jatim.

"Dari Dinsos Jatim akan segera menurunkan tim dukungan psikososial ke Lumajang," imbuhnya.

Lebih lanjut Khofifah mengatakan ada dua jembatan akses ke Pronojiwo yang terdampak APG Semeru kemarin, yakni Jembatan Kajar Kuning serta Jembatan Gladak Perak. Jembatan Kajar Kuning sendiri baru tiga bulan lalu diresmikan Gubernur Khofifah, dan saat ini kondisinya tertutup abu vulkanik.

"Jembatan Gladak Perak termasuk Jembatan Kajar Kuning kondisinya belum dimungkinkan untuk dilewati. Sehingga untuk koneksitas ke Malang dan sebaliknya, saya ingin menyampaikan masyarakat Lumajang dan masyarakat Malang termasuk Pronojiwo yang akan ke Lumajang sementara lewat Probolinggo. Sampai kondisi semua aman dan memungkinkan untuk bisa dilewati," katanya.

Sedangkan untuk hunian tetap (huntap), lanjut Khofifah, saat ini telah ada huntap di Sumber Mujur. Untuk itu akan kembali dilakukan identifikasi kembali bila mana masyarakat Kajar Kuning ada yang belum menerima huntap, mengingat jumlah huntap yang siap pakai masih ada lebih 500 unit.

"Untuk masyarakat Kajar Kuning yang belum menerima huntap di Sumber Mujur. Karena huntap siap pakai masih lebih 500 unit maka kesempatan untuk melakukan identifikasi agar mereka bisa segera masuk huntap sehingga tidak di area pengungsian. Khususnya huntap bagi masyarakat Kajar Kuning, yang masuk area zona merah" terangnya.

Sementara itu Bupati Lumajang Thoriqul Haq mengatakan bahwa kondisi masyarakat pada hari ini relatif lebih aman. Meskipun status yang dikeluarkan PVMBG masih level IV (status awas), namun langkah-langkah penanganan pengungsi terhadap masyarakat yang ada di tepian aliran lahar masih jadi prioritas.

"Termasuk juga antisipasi kalau adanya curah hujan tinggi terutama di puncak Semeru. Karena di atas masih ada potensi APG yang potensinya akan menurunkan lahar dingin," katanya.

"Sedangkan terkait keputusan status tanggap darurat yakni selama 14 Hari. Meskipun dampaknya tidak sebagaimana luasan besarnya seperti tahun lalu. Saya juga terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu kami," pungkasnya.

Di Balai Desa Penanggal, Gubernur Khofifah turut menyerahkan bantuan korban bencana kepada Bupati Lumajang yakni berupa Beras 1000 kg, Mie Instan 50 Karton, Minyak Goreng 200 Liter, Masker Kain Anak 4.000 Pcs, Masker Kain Dewasa 6000 Pcs, Masker Medis 10.000 Pcs.

Selanjutnya, Selimut 100 Pcs, Kasur Lipat 50 Pcs, Bantal 50 Pcs, Pakaian Perempuan 50 Paket, Pakaian Laki-laki 50 Paket, Air Mineral 35 Karton, Sabun Detergen 1 karton, Sabun Mandi 2 Karton, Sarden 200 Kaleng, Gula 200 Kg, dan Terpal 50 Pcs.



Simak Video "Menilik Dampak yang Timbul Akibat Erupsi Gunung Semeru"
[Gambas:Video 20detik]
(faa/iwd)