Waduk Pacal Bojonegoro Hampir Meluap Akibat Hujan, Jalan Darurat Pun Dijebol

Waduk Pacal Bojonegoro Hampir Meluap Akibat Hujan, Jalan Darurat Pun Dijebol

Ainur Rofiq - detikJatim
Kamis, 24 Nov 2022 20:31 WIB
Waduk Pacal Bojonegoro dijebol agar air mengalir
Jalan darurat di Waduk Pacal Bojonegoro dijebol agar air mengalir (Foto: Ainur Rofiq/detikJatim)
Bojonegoro -

Hujan deras yang mengguyur Bojonegoro sejak siang membuat debit air di Waduk Pacal naik. Akibatnya sungai irigasi di Desa Kedungjati, Kecamatan Temayang meluap.

Karena meluap, pekerja proyek kemudian menjebol waduk yang juga menjadi jalan di atas waduk. Ini agar air bisa mengalir dan tak meluap ke mana-mana.

"Sore tadi dijebol, jalan darurat di tengah sungai dijebol oleh petugas rekanan proyek jembatan Kedungjati supaya air bisa mengalir dan tidak membuat penuh Waduk Pacal," kata Kapolsek Temayang Iptu Fadil kepada detikJatim, Kamis ( 24/11/2022).

Untuk menjebol waduk atau jalan di atasnya, pekerja proyek mendatangkan sejumlah alat berat. Sedangkan pengguna jalan yang akan melintas dialihkan ke jalur yang lain.

"Pengguna jalan untuk sementara tidak bisa melintas ya. Karena air sedang dialirkan ke arah jalur waduk Gongseng," terang Fadil.

Para pengguna jalan yang terlanjur melintas akhirnya harus putar balik. Hingga malam ini hujan di wilayah selatan Bojonegoro masih terjadi. Warga setempat oleh petugas diimbau agar tetap waspada.

Sekretaris BPBD Bojonegoro Ma'arif mengatakan Waduk Pacal mempunyai kapasitas menampung air dengan ketinggian 117 meter. Saat hujan, waduk tingkat ketinggian otomatis akan naik.

"Waduk pacal mampu menampung air dengan ketinggian 117 meter, saat ini posisi ketinggian sudah 116 meter," ujar Ma'arif.

Saat dilakukan pengecekan, lanjut Ma'arif, pintu pembuangan bawah Waduk Pacal tidak terbuka karena penyumbatan sedimentasi tanah. untuk itu, opsi terakhir yakni dengan menjebol tanggulnya.

"Ini dilakukan upaya pengurangan debet air waduk dengan membuka jalan darurat di Kedungjati agar air bisa mengalir ke arah Waduk Gongseng," tandas Ma'arif.



Simak Video "Hutama Karya Kembangkan Kompos dari Maggot di JTTS"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)