Grand Opening Swalayan di Kediri Diwarnai Demo Warga

Andhika Dwi - detikJatim
Kamis, 24 Nov 2022 16:16 WIB
Warga dan aparat saling dorong saat demo pembukaan swalayan di Kediri Kota
Warga dan aparat saling dorong saat demo pembukaan swalayan di Kediri Kota (Foto: Andhika Dwi/detikJatim)
Kota Kediri -

Grand Opening swalayan di Kota Kediri didemo oleh puluhan warga yang mengatasnamakan dirinya Ikatan Pemuda Kediri atau IPK, mereka menuntut swalayan yang baru saja di-launching hari ini ditutup.

Tuntutan itu dilayangkan lantaran swalayan yang berada di Jalan Hasanudin tersebut belum mengantongi izin pendirian bangunan. Aksi saling dorong antara massa dengan aparat kepolisian sempat terjadi, karena puluhan massa berusaha ingin menerobos masuk di swalayan.

Massa yang berada di depan swalayan ingin masuk dan bertemu dari pihak manajemen untuk meminta bukti perizinan bangunan. Namun aksi itu dihalangi oleh aparat kepolisian.

Tomi Ariwiboro, Koordinator Aksi mengatakan tuntutan itu bukan tanpa alasan. Sebab selain tak mengantongi izin, swalayan juga dinilai akan mematikan pasar tradisional dan perekonomian warga setempat.

"Berdasarkan letak lokasinya, Swalayan Super Indo tersebut berada dekat dengan 2 pasar tradisional di daerah setempat, yakni Pasar Krempyeng Balowerti dan Pasar Ngaglik Dandangan. Apalagi, dalam proses pendirian swalayan itu tidak melewati atas izin warga setempat," Kata Tomi, Kamis (24/11/2022).

Sementara itu, Head of Corporate Affairs Super Indo, Priyo Dwi Utomo menyatakan pendirian swalayan sudah sesuai prosedur. Tak hanya itu, pembangunan juga sesuai rekomendasi dan perizinan dari Pemerintah Kota Kediri.

"Swalayan Super Indo ini sudah sesuai prosedur, dan rekomendasi dari Pemerintah Kota Kediri, serta perizinan di tingkat terbawah. Sesuai dengan proses perijinan OSS Online dan arahan dari dinas terkait," Jelas Priyo.

Aksi unjuk rasa tersebut berakhir damai, meskipun beberapa pihak Dinas Penanaman Modal Kota Kediri dan Kelurahan Dandangan Kota Kediri sempat adu mulut dengan pendemo karena tidak bisa memberikan penjelasan sesuai yang diinginkan pendemo. Demonstrasi sempat membuat kemacetan cukup panjang lantaran diwarnai aksi bakar ban dan orasi.



Simak Video "KuTips: Cek Keselamatan Korban Gempa di Fitur Safety Check Facebook"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)