Pupuk Langka, Ratusan Petani Demo Dinas Pertanian Bangkalan

Kamaluddin - detikJatim
Kamis, 24 Nov 2022 15:51 WIB
Demo Petani Bangkalan di Kantor Dinas Pertanian
Demo Petani Bangkalan di Kantor Dinas Pertanian. (Foto: Kamaluddin/detikJatim)
Bangkalan -

Ratusan petani dari berbagai desa di Bangkalan demo di depan kantor Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan. Para petani menuntut dinas segera menyalurkan pupuk bersubsidi. Karena saat ini mereka mulai menanam padi.

Koordinator aksi Holilurrahman mengatakan para petani hingga kini kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi di kios yang telah ditunjuk di setiap desa. Pihaknya juga menyayangkan adanya keterlambatan pengiriman pupuk. Karena sebelumnya kejadian itu tidak pernah terjadi.

"Kami saat ini mulai menanam, namun pupuk yang kami butuhkan tidak tersedia. Hal ini sangat merugikan petani karena bisa berdampak pada gagal panen dan hasil tanam tidak maksimal," ujarnya, Kamis (24/11).

Holil juga menuntut pihak dinas pertanian lebih tegas kepada para distributor dan agen pupuk. Hal ini perlu dilakukan agar penyaluran pupuk tidak macet dan tidak disunat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Ia juga menuntut dinas pertanian melakukan transparansi pada sistem E-RDKK yang digunakan petani untuk memperoleh pupuk. Sehingga, setiap petani bisa mendapatkan pupuk bersubsidi dengan mudah.

"Selain itu, program kartu Tani tidak berjalan dengan maksimal. Kami berharap, penyuluh dan Kelompok Tani (Poktan) lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar program tersebut berjalan dengan baik," imbuhnya.

Di lokasi yang sama, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Puguh Santoso mengatakan pihaknya sudah berupaya meminta pihak PT Pupuk Indonesia untuk mengirimkan 200 ton pupuk per hari ke Bangkalan. Sayangnya, hingga kini permintaan tersebut belum dipenuhi.

"Ada keterlambatan pengiriman pupuk. Kami sudah meminta dikirim sebanyak 200 ton per hari untuk kebutuhan petani di Bangkalan," jelasnya.

Sementara itu, salah satu perwakilan PT Pupuk Indonesia mengatakan pihaknya menyalurkan pupuk sesuai dengan aturan. Pihaknya juga mengaku pengiriman pupuk dilakukan dari gudang pusat ke Bangkalan.

"Setiap daerah memiliki jatah masing-masing dan untuk Bangkalan juga akan kami lakukan pengiriman sesuai dengan aturan alokasi pupuk," singkatnya.

Sementara itu, salah satu distributor pupuk Putri Wanda mengatakan terdapat 5 distributor di Bangkalan yang mengakomodir tiap kecamatan yang ditunjuk. Ia sendiri mengaku bertanggung jawab pada 3 kecamatan yakni Kokop, Tanjung Bumi, dan Sepulu.

"Untuk di wilayah saya, alokasi pupuk di Kokop 1.289 ton dan sudah tersalurkan 1.180. Sisa alokasi 109 ton yang belum disalurkan," ucapnya.

Pernyataan distributor dan agen itu ditepis oleh salah satu Kepala Desa di Kokop yang mengaku kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Bahkan dirinya harus mengeluarkan uang sendiri untuk membeli pupuk yang dibutuhkan masyarakat.

"Saya sampai beli sendiri 3 ton untuk kebutuhan masyarakat karena saking sulitnya mendapatkan pupuk. Jangan mudah mengklaim banyak yang terserap, karena sampai sekarang masyarakat kami masih kesulitan mendapatkan pupuk," tegas kades tersebut.



Simak Video "KuTips: Cek Keselamatan Korban Gempa di Fitur Safety Check Facebook"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)