Walkot Eri Tak Puas Meski IPM Surabaya 2022 Tertinggi di Jatim, Apa Alasannya?

Walkot Eri Tak Puas Meski IPM Surabaya 2022 Tertinggi di Jatim, Apa Alasannya?

Esti Widiyana - detikJatim
Senin, 21 Nov 2022 23:31 WIB
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi (Foto: Esti Widiyana)
Surabaya -

BPS Jatim mencatat, pada tahun 2022, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya sebesar 82,74 dan tertinggi di Jatim. Namun capaian itu tak memuaskan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Sebab masih banyak persoalan di Kota Pahlawan yang harus segera diselesaikan.

"Jadi sebenarnya IPM adalah penilaian. Tapi buat saya, sebenarnya masih jauh dan kita harus memperbaiki lebih baik lagi. Karena IPM juga dilihat dari lamanya satu orang ini menempuh jalur pendidikan," kata Eri, Senin (21/11/2022).

"Meski IPM Surabaya tertinggi di Jatim, namun masih ada persoalan khususnya dalam dunia pendidikan yang harus segera diselesaikan. Misalnya, masih adanya pelajar SMA sederajat yang terkendala biaya sekolah," tambahnya.

Bahkan, masih ada siswa SMA yang tidak bisa mengikuti ujian karena tidak mampu membayar SPP. SMP juga sama, ada yang belum bisa mengambil ijazah. Permasalahan inilah yang akan dikebut penyelesaiannya.

Karena Eri yakin, jika permasalahan pendidikan ini dapat diselesaikan, maka IPM Surabaya bisa lebih tinggi dari angka 82,74. Tetapi pemkot juga membutuhkan keterlibatan semua elemen.

"Dan di situlah pemerintah tidak bisa sendiri. Karena ketika semua elemen ini bergerak, maka kita akan tahu kekurangan-kekurangan dan kelemahan kita di mana," jelasnya.

Bagi Eri, IPM hanya sebagai acuan atau tolak ukur untuk memperbaiki kekurangan kota. Bahkan masih banyak PR di Kota Pahlawan yang harus segera diselesaikan.

"Masih banyak PR kita untuk umat yang harus kita jalankan. Karena seharusnya bisa jauh lebih tinggi kalau anggaran ini bisa tepat dengan angka-angka (indikator penilaian) IPM, kita sentuh di sana, maka bisa jauh lebih tinggi," pungkasnya.

Diketahui, selama beberapa tahun terakhir, BPS mencatat bahwa IPM Kota Surabaya mengalami peningkatan. Pada tahun 2020 sebesar 82,23 dan meningkat di tahun 2021 menjadi 82,31. Kemudian pada tahun 2022, IPM Kota Surabaya mencapai 82,74 yang merupakan tertinggi di Jawa Timur.

Nilai IPM tersebut menunjukkan bahwa kualitas pembangunan manusia di Kota Surabaya berada pada kelompok status kategori "Sangat Tinggi" (IPM ≥ 80).

Pemulihan ekonomi sosial di tengah pandemi COVID-19, telah membawa pengaruh terhadap IPM di Kota Surabaya. Termasuk pula terhadap meningkatnya seluruh indikator pembentuknya, baik indeks kesehatan, indeks pendidikan, maupun indeks pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan.



Simak Video "Kilas Balik Pertempuran 10 November di Tugu Pahlawan Surabaya"
[Gambas:Video 20detik]
(esw/iwd)