Gerindra Jatim Respons Gus Yahya soal Tak Larang Ponpes Terima Sowan Capres

Gerindra Jatim Respons Gus Yahya soal Tak Larang Ponpes Terima Sowan Capres

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 16 Nov 2022 15:26 WIB
Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad
Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad. (Foto: Faiq Azmi/detikJatim)
Surabaya -

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf menegaskan, PBNU tidak melarang pondok pesantren (ponpes) untuk menerima kunjungan capres maupun cawapres. Biasanya, jelang tahun politik, politisi kerap datang ke ponpes dengan embel-embel 'sowan'. Pernyataan itu direspons oleh Gerindra Jatim.

Ketua DPD Gerindra Jatim, Anwar Sadad yang juga seorang Nahdliyin mengatakan, ada 9 pedoman berpolitik warga NU yang dicetuskan dalam Muktamar NU Krapyak Tahun 1989.

"Muatan dari pedoman tersebut memberikan gambaran bahwa politik NU dikategorikan hi-politics, yang kemudian dimaknai sebagai politik kebangsaan, bukan politik praktis," kata Sadad kepada detikJatim, Rabu (16/11/2022).

Menurut politikus yang akrab disapa Gus Sadad itu, akan bagus kalau NU memberi pemaknaan yang lebih kontekstual terhadap isi dan muatan 9 pedoman berpolitik tersebut.

"Selain itu, hal ini akan menegaskan posisi NU dalam pentas politik nasional, juga akan mengkanalisasi agenda-agenda politik parpol dan kandidat selaras dengan frame politik kebangsaan NU," jelasnya.

Dia menambahkan, lingkungan ponpes NU tentu menjadi lirikan bagi semua partai politik. Termasuk juga oleh capres-cawapres yang akan berkontestasi di Pemilu 2024 mendatang.

"Bagi parpol dan capres, sudah pasti NU akan digalang sebagai aliansi strategis. NU adalah organisasi yang dibentuk dengan serangkai nilai-nilai, serta kontribusinya pada bangsa ini begitu besar," tandas pria yang juga menjabat sebagai wakil ketua DPRD Jatim tersebut.

Gerindra sendiri mengusung capres Prabowo Subianto yang juga dikenal dekat dengan ulama dan kiai-kiai NU. Baru-baru ini Prabowo bahkan sowan ke kediaman pribadi Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar di Surabaya. Namun, Prabowo menyebut pertemuan itu hanya sebatas silaturahmi, sama sekali tak membahas masalah Pilpres.

Diberitakan sebelumnya, Gus Yahya-sapaan akrab Yahya Cholil Staquf- menegaskan bahwa PBNU tidak melarang ponpes menerima capres atau cawapres. Hal itu murni hak politik di Ponpes. Ia hanya meminta jangan membawa-bawa nama Nahdlatul Ulama (NU).

"Terserah (terkait sikap ponpes). Pokoknya tidak ada atas nama NU," kata Gus Yahya di Surabaya usai acara Rakor Persiapan Resepsi Satu Abad Nahdlatul Ulama, Selasa (15/11).



Simak Video "Wanti-wanti Gus Yahya Kampanye di Tempat Ibadah: Berbahaya Sekali"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/dte)