Pemkab Banyuwangi Minta Petani Tak Risau Terkait Ketersediaan Pupuk Subsidi

Pemkab Banyuwangi Minta Petani Tak Risau Terkait Ketersediaan Pupuk Subsidi

Ardian Fanani - detikJatim
Jumat, 11 Nov 2022 01:31 WIB
dinas pertanian dan pangan banyuwangi
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi -

Pemkab Banyuwangi meminta para petani untuk tidak risau pasca terbitnya Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 10 Tahun 2022 tentang Tata Cara Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Karena dalam regulasi tersebut, pupuk jenis urea dan NPK masih tetap mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Hal itu diungkapkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertan) Banyuwangi, Jawa Timur, M Khoiri, dalam acara rapat koordinasi telat pupuk subsidi, Kamis (10/11/2022).

Acara tersebut, dihadiri Asisten Administrasi dan Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Banyuwangi, Dwiyanto, perwakilan Polresta Banyuwangi, Kejaksaan Negeri Banyuwangi, Kodim 0825 Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, Pimpinan Pupuk Indonesia Holding Company Wilayah Banyuwangi, Distributor Penyalur Pupuk Bersubsidi Banyuwangi dan instansi terkait.

Khoiri mengimbau kepada seluruh petani agar segera menginput kebutuhan pupuk bersubsidi pada e-RDKK.

"Kami mengimbau kepada para petani, agar bisa mendapatkan pupuk subsidi periode MT (Masa Tanam) tahun 2023, petani segera mendaftarkan kembali kebutuhan pupuk subsidi ke kelompok tani yang akan didampingi PPL untuk diinput ke Simluhtan (Sistem Informasi Manajemen Penyuluhan Pertanian)," tegas Khoiri.

Dalam Permentan Nomor 10 Tahun 2022, dijelaskan Khoiri terdapat perubahan jumlah komoditas penerima alokasi pupuk bersubsidi. Dari yang awalnya berjumlah 70 komoditas, termasuk pertanian jeruk dan buah naga. Kini hanya menyisakan 9 komoditas saja. Meliputi padi, jagung, kedelai, bawang merah, bawang putih, cabai, tebu, kopi dan kakao.

"Jadi sebenarnya tidak ada kelangkaan pupuk," katanya.

Data Dispertan Banyuwangi, kebutuhan pupuk subsidi jenis urea sesuai Permentan Nomor 10 tahun 2022 dan usulan e-RDKK, sebanyak 47.095 ton. Realokasi 56.014 ton, atau terpenuhi 100 persen lebih. Sedangkan untuk pupuk NPK, sebanyak 60.792 ton dan realokasi 40.876 ton, alias terpenuhi 67 persen.

Kepada para petani jeruk dan buah naga, lanjutnya, dia minta untuk bersabar. Saat ini pihaknya sedang mengusulkan kepada Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian untuk menerbitkan kebijakan pengembalian alokasi pupuk subsidi untuk kedua komoditi tanaman hortikultura tersebut.

Sementara sambil menunggu keputusan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi, melalui Dispertan akan memberi bantuan stimulan berupa Pupuk Hayati Cair (PHC) atau Pupuk Organik Cair (POC). Sasarannya adalah 7 kecamatan yang aplikasinya sudah melebihi e-RDKK atau telah habis.

"Ada 7 kecamatan yang alokasi pupuk urea sudah melebihi e-RDKK atau sudah habis, diantaranya Kecamatan Cluring, Muncar, Purwoharjo, Tegaldlimo, Bangorejo, Pesanggaran dan Siliragung," beber Khoiri.

Menurut dia, kedua jenis pupuk tersebut bisa digunakan untuk tanam padi, jagung, kedelai, bawang merah dan cabai. Syaratnya, petani harus tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar di e-RDKK dan kepemilikan sawah maksimal 2 hektar.

"Kasus di Banyuwangi, yang membuat pupuk terkesan langka karena kedua komoditi unggulan, yakni jeruk dan buah naga, tidak lagi mendapat alokasi pupuk subsidi," ujar Khoiri.



Simak Video "Pupuk Bersubsidi Untuk Negeri "
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)