Penutupan Karaoke di Kota Probolinggo Diwarnai Cekcok Wali Kota dengan LSM

Penutupan Karaoke di Kota Probolinggo Diwarnai Cekcok Wali Kota dengan LSM

M Rofiq - detikJatim
Selasa, 01 Nov 2022 18:28 WIB
Walkot Probolinggo Habib Hadi cekcok dengan sejumlah orang saat hendak menutup karaoke
Walkot Probolinggo Habib Hadi cekcok dengan sejumlah orang saat hendak menutup karaoke (Foto: M Rofiq/detikJatim)
Kota Probolinggo -

Sebuah tempat karaoke di Kota Probolinggo disegel Pemkot setempat. Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin bahkan turun langsung memantau penyegelan itu.

Tempat karaoke tersebut berada di dalam area Hotel Tampiarto di Jalan Suroyo, Kelurahan Tisnonegaran, Mayangan, Kota Probolinggo.

Pantauan di lokasi sempat terjadi adu mulut antar Habib Hadi Zainal Abidin dengan sejumlah oknum LSM dan penyewa tempat karaoke yang tidak terhindarkan.

Saat memantau langsung itu, Habib Hadi didampingi petugas gabungan dari Forkopimda Kota Probolinggo, didampingi petugas gabungan Satpol PP, TNI Kodim 0820 dan Polri dari Polres Probolinggo Kota.

Tampak sejumlah orang tersebut ngotot agar petugas tidak menyegel tempat karaoke dengan alasan sudah mengajukan izin. Tidak mau terpancing, akhirnya petugas tetap menyegel pintu masuk tempat ke ruang karaoke.

Habib Hadi Zainal Abidin mengancam jika tetap beroperasi kembali apalagi merusak segel maka akan diproses secara hukum. Ini karena tempat karaoke tersebut melanggar Perda tahun 2015.

"Perda tahun 2015 sudah jelas melarang adanya tempat karaoke, apalagi di depan ada sekolah tempat menimba ilmu pendidikan, meski ada penolakan kita tetap segel karaoke yang melanggar aturan ini, jika segel rusak dan nanti masih tetap beroperasi makan akan kita proses dengan hukum yang berlaku" tegas Habib Hadi.

"Kita akan cek terus aktivitas karaoke yang kita segel ini, dan saya perintahkan Satpol PP untuk terus melakukan razia ke tempat-tempat karaoke ilegal, selama saya memimpin Kota Probolinggo, tidak ada satupun karaoke beroperasi di wilayah Kota Probolinggo, tambah Habib Hadi.

Hariyanto, pemilik Hotel Tampiarto, mengaku dirinya tidak tahu dengan keberadaan aktifitas karaoke, karena sistem sewa kamar, yang disewa 6 kamarnya selama 1 tahun, dan dirinya mendukung penutupan karaoke tersebut.

"Tidak ada kaitan dengan Hotel Tampiarto, dia sewa 6 kamar dan peruntukan tidak tahu kalau dibuat tempat karaoke, dia sewa 1 tahun, kami dukung penutupan oleh Pemkot Probolinggo" jelas Hariyanto, saat dikonfirmasi.

Sementara itu Fariji kuasa hukum dari penyewa tempat karaoke, menyesalkan adanya penutupan yang dilakukan Walikota, saat ini pihak sudah mengajukan ijin namun belum ada balasan dari dinas terkait, dia juga menampik adanya penyegelan, karena pintu masuk berada di luar hotel, bukan di atas.

"Saya menolak penutupan oleh Pemkot Probolinggo, saya sudah mengajukan surat izin, dan mana surat penolakannya, kok tiba-tiba ditutup, jangan main seperti ini, kalau ada surat penolakan akan kita gugat di meja hijau nantinya" jelas Fariji.

Habib Hadi menegaskan bahwa selama kepemimpinannya tidak diperbolehkan satupun adanya hiburan yang berbau asulisa yang melanggar norma tumbuh di kota mangga ini.



Simak Video "Pantun Wali Kota Probolinggo Sambut Hangat detikjatim"
[Gambas:Video 20detik]
(abq/iwd)