Hari Trauma Sedunia 17 Oktober Dilatarbelakangi Angka Kecelakaan Lalin

Hari Trauma Sedunia 17 Oktober Dilatarbelakangi Angka Kecelakaan Lalin

Tim detikJatim - detikJatim
Senin, 17 Okt 2022 12:15 WIB
ilustrasi cedera kepala
Ilustrasi Hari Trauma Sedunia/Foto: ilustrasi/thinkstock
Surabaya -

Angka kecelakaan lalu lintas menjadi salah satu masalah serius. Kejadian kerap menunjukkan angka yang tinggi tiap tahun. Karenanya, dunia pun turut prihatin dan menjadikan 17 Oktober sebagai Hari Trauma Sedunia.

Apa yang dimaksud Hari Trauma Sedunia? Berikut penjelasannya yang dirangkum detikJatim.

Hari Trauma Sedunia

Melansir dari situs The Free Press Journal, 17 Oktober diperingati sebagai Hari Trauma Sedunia atau World Trauma Day. Hal ini untuk mencegah meningkatnya angka kecelakaan dan cedera yang menyebabkan kematian atau kecacatan di seluruh dunia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari Trauma Sedunia pertama kali dicetuskan di New Delhi, India pada tahun 2011. Hal tersebut dilatarbelakangi oleh tingginya jumlah kematian yang disebabkan oleh kecelakaan lalu lintas di negara itu, yakni lebih dari 400 orang meninggal setiap hari akibat kecelakaan. Karenanya, kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab utama trauma di seluruh dunia.

Berbagai Penyebab Cedera dan Trauma

Cedera dapat disebabkan karena berbagai faktor. Selain kecelakaan, cedera juga bisa diakibatkan kebakaran, luka bakar, jatuh, tindakan kekerasan dan kejahatan yang menyebabkan cacat sementara atau permanen, bahkan kematian.

ADVERTISEMENT

Sementara itu, pengalaman traumatis juga bisa disebabkan dari kekerasan dalam rumah tangga, kekerasan terhadap anak, penyiksaan fisik dan mental, bencana alam, perang, dan kekerasan seksual. Pengalaman ini dapat mengakibatkan Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Pencegahan Cedera

Meski angka kecelakaan lalu lintas tinggi, kita bisa melakukan berbagai cara untuk mencegah kecelakaan di jalan. Misalnya jangan mengemudi ketika Anda lelah, mengantuk atau mabuk.

Pada kasus cedera kepala atau tulang belakang, jangan pindahkan korban dari lokasi kecelakaan tanpa bantuan profesional. Memindahkan orang yang terluka dapat menyebabkan cedera punggung atau leher yang serius.

Pencegahan Trauma

Trauma di rumah dapat dicegah dengan menolak atau tidak menoleransi perilaku kasar dari siapa pun. Lindungi keluarga dari segala bentuk pelecehan dan kekerasan. Ajari anak-anak pendidikan seks.

Sementara itu, saat di jalan, seseorang juga harus mengikuti aturan keselamatan jalan dan memperhatikan rambu-rambu lalu lintas saat mengemudi. Selalu memakai helm saat mengendarai kendaraan roda dua dan jangan gunakan ponsel atau mendengarkan musik keras saat di jalan.

Nah, itu tadi penjelasan Hari Trauma Sedunia 17 Oktober. Hati-hati ya, Rek!




(hse/sun)


Hide Ads