Mari Berdonasi untuk Pulihkan Luka Tragedi Kanjuruhan

Mari Berdonasi untuk Pulihkan Luka Tragedi Kanjuruhan

Tim Berbuatbaik - detikJatim
Selasa, 04 Okt 2022 15:49 WIB
donasi tragedi kanjuruhan
Berdonasi untuk Tragedi Kanjuruhan/ Foto: Berbuatbaik
Surabaya -

Tragedi Kanjuruhan menyisakan duka mendalam bagi seluruh masyarakat Indonesia. Peristiwa ini terjadi usai pertandingan Arema FC melawan Persebaya di Stadion Kanjuruhan Malang, Sabtu (1/10). Mari berdonasi untuk meringankan beban mereka.

Cerita pilu pun bermunculan dari tragedi yang menewaskan 125 orang ini. Mulai dari keluarga kehilangan anak, anak kehilangan orangtua dan saudara, dan berbagai cerita lainnya.

Salah satunya, suporter Arema asal Gresik Muhammad Revo Septiyan. Dia mengalami patah tulang setelah berjuang menyelamatkan balita 4 tahun di Tribun 2 saat Tragedi Kanjuruhan terjadi.

"Jadi pas polisi menembak gas air mata ke arah tribun, itu kan penonton panik ke arah pintu keluar. Pas saat itu anak saya melihat anak kecil berumur sekitar 4 atau 5 tahun itu terpisah dari orang tuanya, ia berusaha menyelamatkan dengan menggendong balita tersebut," kata Faisal, sang ayah, kepada detikJatim.

anak kehilangan orang tua di tragedi kanjuruhanAlfiansyah kehilangan kedua orang tua di Tragedi kanjuruhan Foto: Muhammad Aminudin

Saat Revo menyelamatkan balita itu, banyak penonton yang berlari menuju pintu keluar. Revo sempat terjatuh bersama balita tersebut. Revo lalu terinjak-injak penonton lainnya.

"Saat terjatuh itu, balita itu lepas. Pas anak saya mau selamatkan balita itu, kakinya sudah nggak bisa bergerak karena keinjek banyak orang," kata Faisal.

Faisal tak tahu nasib balita yang sempat diselamatkan oleh putranya. Dia berharap yang terbaik untuk keselamatan balita yang terlepas dari pengawasan Revo.

"Semoga balita itu juga selamat," harapnya.

Tragedi Kanjuruhan: Dapatkah Gas Air Mata Memicu Kematian?Tragedi Kanjuruhan Foto: DW (News)

Cerita Revo menjadi satu dari sekian cerita sedih yang tercipta dari tragedi Kanjuruhan. Cerita lainnya datang dari Alfiansyah, anak yang kehilangan kedua orang tuanya saat menonton pertandingan tersebut.

Alfiansyah sempat terjatuh saat bersama kedua orang tuanya hendak keluar dari stadion. Tak terbayangkan bagi Alfiansyah, pertandingan yang seharusnya menjadi penghibur diri malah membuat dia menjadi yatim piatu.

Kejadian ini tentu menjadi bahan renungan sekaligus momen untuk bersama dalam satu jiwa menyembuhkan luka. Mari wujudkan solidaritas dengan Donasi sekarang juga dan bantu para korban bangkit dari kesedihan.

Bagi Anda yang ingin berdonasi, bisa langsung klik di sini. Semua donasi akan sampai ke penerima 100% tanpa ada potongan.

Anda yang telah berdonasi akan mendapatkan notifikasi dari tim kami. Selain itu, bisa memantau informasi seputar kampanye sosial yang kamu ikuti, berikut update terkininya.



Simak Video "Kemenkes Sempat Kesulitan Identifikasi Korban Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/dte)