Belasan Mahasiswa Asal Jerman Datang ke Banyuwangi Belajar Geopark Ijen

Belasan Mahasiswa Asal Jerman Datang ke Banyuwangi Belajar Geopark Ijen

Ardian Fanani - detikJatim
Minggu, 02 Okt 2022 22:31 WIB
Tertarik Geopark Ijen, 12 Mahasiswa Asal Jerman Datang ke Banyuwangi
Mahasiswa asal Jerman di Banyuwangi (Foto: Ardian Fanani/detikJatim)
Banyuwangi -

Sebanyak 12 mahasiswa asal Jerman tertarik dengan Geopark Ijen Banyuwangi. Mereka mengunjungi Banyuwangi, untuk lebih memperdalam pengetahuan tentang Geopark Ijen.

Mereka melakukan kunjungan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Sebanyak 12 mahasiswa Jerman itu dari Hochchule Heilbronn University Germain.

Mereka mengikuti World Class University yang merupakan salah satu program pengabdian masyarakat multi nasional yang diselenggarakan oleh Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKIA) Universitas Airlangga.

Direktur SIKIA, Unair Banyuwangi, Prof Dr Soetojo mengatakan, peserta yang mengikuti kegiatan ini merupakan mahasiswa asal Jerman yang saat ini sedang melakukan short course di salah satu perguruan tinggi swasta di Bali.

"Kegiatan ini kita lakukan pada tanggal 30 September 2022 hingga 02 Oktober 2022. Serangkaian dari kegiatan World Class University salah satunya yaitu melakukan kunjungan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Banyuwangi. Kita libatkan pula dari mahasiswa SIKIA dan Undira," ujarnya, Minggu (2/10/2022).

Ditambahkan Suciyono, Ketua kegiatan World Class University, kunjungan ini bertujuan untuk mengenalkan Ijen Geopark kepada dunia. Sehingga peserta dapat mengenal lebih jauh tentang Ijen Geopark.

"Kami kenalkan mereka tentang Geopark Ijen. Nantinya mereka akan menjadi corong kita tentang Geopark Ijen. Tadi juga Tim Geopark Ijen dari Disbudpar Banyuwangi menyampaikan tentang Ijen Aspiring UNESCO Global Geopark: The Best Laboratory to Learn the Dynamic of Climate Change. Sudah pasti akan menambah ilmu mereka tentang Geopark Ijen," tandasnya.

Sementara antusiasme muncul saat ketua tim Geopark Ijen Banyuwangi, Abdillah Baraas menjelaskan tentang Geopark Ijen. Apalagi saat menyebut destinasi wisata Kawah Ijen. Mereka sangat antusias menyimak penjelasan bagaimana Kawah Ijen terbentuk. Karena destinasi wisata Kawah Ijen rupanya sangat dikenal oleh dunia, termasuk warga Jerman.

"Saya jelaskan sebenarnya Geopark Ijen bukan hanya Kawah Ijen. Namun juga beberapa tempat yang masuk dalam geosites yaitu Ijen Creter, Ijen Blue Fire, Pantai Watudodol, Pantai Pulau Merah, Pantai Teluk Ijo, Pantai Grajagan, Pantai Pancur dan lain-lain. Didalam kawasan Ijen Geopark juga terdapat beberapa Biosites yaitu Savana Sadengan, Erek-erek Geoforest, Teluk Pangpang, Sukamade Feoforest, Hutan Pelangi dan Kebun kopi Bondowoso," jelasnya.

Namun bagi 12 mahasiswa dari Jerman itu lebih tertarik dengan Blue fire di Kawah Ijen. Blue fire ini akan muncul ketika keadaan gelap dan mencapai posisi terbaik sekitar pukul 04.00 WIB.

"Saya jelaskan juga tadi Blue fire ini bisa muncul akibat adanya gas belerang yang bertekanan tinggi dan menyembur melalui celah-celah bebatuan sehingga dapat muncul atau terlihat di permukaan," tambahnya.

Tak hanya penjelasan tehtang Geopark Ijen, mereka juga diajak keliling museum di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi. Didalam museum ini peserta didampingi oleh tour guide untuk mempermudah peserta dalam memahami materi.

" Didalam museum tersebut peserta dapat melihat kawasan apa saja yang termasuk dalam Ijen Geopark. Peserta juga dijelaskan kembali mengenai lokasi Ijen Geopark dari satu lokasi ke lokasi yang lain. Selain itu peserta juga dapat melihat kumpulan tulisan-tulisan dalam bentuk artikel tentang Ijen Geopark termasuk macam-macam satwa yang dilindungi,"pungkasnya.



Simak Video "Pilu Korban Banjir di Banyuwangi, Rumah Rata Disapu Air Bah"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/fat)