Menteri Sosma BEM UB Dicopot, Diduga Lakukan Pelecehan

Menteri Sosma BEM UB Dicopot, Diduga Lakukan Pelecehan

Muhammad Aminudin - detikJatim
Sabtu, 01 Okt 2022 18:10 WIB
Poster
Foto: Edi Wahyono
Malang -

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Brawijaya (Unibraw) Malang mencopot salah satu pengurusnya. Pencopotan buntut dari laporan adanya dugaan tindak kekerasan seksual.

Pengurus yang dicopot yakni Menteri Sosial Masyarakat (Sosma) berinisial ADM. Pencopotan itu diumumkan melalui akun Instagram @em_ubofficial.

Dugaan kekerasan seksual yang dilakukan oleh ADM dilaporkan pada tanggal 15 September 2022. Sedangkan korban yang melapor ada empat orang.

Dalam pengumuman pencopotan itu, pihak BEM Juga menyertakan surat Pemberhentian Secara Tidak Hormat. Surat itu ditanda tangani oleh Menteri Pembinaan Aparatur Organisasi EM UB, Huzdaifah Hafizh Chairi.

"Terkait untuk ini (dugaan tindak kekerasan seksual) ada 4 korban yang sudah speak up. Dan untuk kronologinya bisa dilihat melalui berita acara yang sudah di-publish," kata Hafizh kepada detikJatim, Sabtu (1/10/2022).

Dalam berita acara yang ditanda tangani Hafizh pada Selasa (27/9/2022), Menteri Sosma berinisial ADM resmi dicopot sesuai surat keputusan Menteri Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) BEM UB dengan alasan diduga kuat melakukan tindak kekerasan seksual terhadap mahasiswa saat kegiatan Abdi Desa Agustus 2022 lalu.

Menteri Pembinaan Aparatur Organisasi (PAO) EM UB 2022, Hudzaifah Hafizh Chairi membenarkan bahwa keempat orang yang melapor tersebut merupakan korban pelecehan seksual yang dilakukan oleh ADM.

Hafizh menyebut kegiatan Abdi desa dilakukan di Desa Tawangsari, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Agustus 2022. Namun, Hafizh menyebutkan bahwa sebagian besar tindakan pelecehan seksual yang dilakukan ADM dalam bentuk verbal dan hanya satu yang berbentuk fisik.

"Sebagian besar tindakan pelaku itu bentuknya verbal, tetapi ada juga bentuknya fisik seperti menarik kain yang dipakai korban ketiga," kata Hafizh.