Satpol PP Surabaya Patroli Tiap Malam di Lokasi Rawan Tawuran

Satpol PP Surabaya Patroli Tiap Malam di Lokasi Rawan Tawuran

Esti Widiyana - detikJatim
Rabu, 28 Sep 2022 23:31 WIB
Tawuran antara 2 kelompok di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya
Tawuran antara 2 kelompok di Jalan Basuki Rahmat, Surabaya(Tangkapan layar)
Surabaya -

Tawuran di Surabaya masih terjadi di sejumlah lokasi. Satpol PP kota dan kecamatan Surabaya pun melakukan patroli setiap malam. Khususnya pada titik-titik yang kerap dijadikan lokasi tawuran oleh para remaja.

"Seperti di Jalan Indrapura, Tanjungsari, Demak, Dupak, Banyu Urip, Jagir, SMA komplek, Kedung Cowek, Suramadu, MERR. Jadi kami keliling, termasuk teman-teman gabungan kecamatan juga melakukan patroli," kata Kepala Satpol PP Surabaya Eddy Christijanto kepada detikJatim, Rabu (28/9/2022).

Eddy mengatakan Poltestabes Surabaya sudah melakukan pertemuan dengan kelompok perguruan silat dan kelompok-kelompok masyarakat yang sering terdengar salah paham di lapangan dan sudah dikumpulkan. Sementara Satpol PP sudah bertemu kepala cabang Dinas Pendidikan Jatim dan Satpol PP Jatim.

Mulai pekan depan, pihaknya akan berkomunikasi dengan seluruh kepala sekolah, sekitar 220 SMA/SMK negeri dan swasta. Nantinya akan mendatamgkan narasumber dari Kemenkumham dan penegakan kenakalan remaja, Polrestabes dari sisi hukum, Satpol PP dari sisi Perda, dari DP3A terkait dengan sekolah ramah anak termasuk Dinas Pendidikan.

"Setelah itu akan kita petakan sekolah-sekolah mana yang potensi terjadinya gesekan-gesekan. nanti kami akan masuk ke sekolah-sekolah itu. Contoh seperti SMA Ciputra, Petra kemungkinan kecil anak-anak SMA/SMK swasta atau negeri yang agak favorit. Kita akan petakan mana dulu yang kita akan masuk," jelasnya.

Eddy menegaskan jika pendekatan pemerintah ke remaja sifatnya tidak menggurui, tidak menakut-nakuti. Karena Satpol PP Surabaya ada goes to school yang memberikan edukasi secara fun, enak, tidak menakut-nakuti, dan diajak mereka berpikir.

"Akhir-akhir ini kelompok remaja, anak SMA mulai muncul, perguruan silat usianya juga anak-anak SMA. Kita ada beberapa pos pantau. Kita lakukan pengawasan, dan kalau di CCTV ada kerumunan anak, teman-teman di lapangan segera mencairkan itu," ujarnya.

Eddy pun berpesan kepada para remaja di Surabaya, untuk menggunakan medsos secara baik, jangan saling menghina, jangan saling mengejek, tetapi saling memotivasi. Seperti memotivasi teman satu ke lainnya, kebaikan-kebaikan bukan sifat kekerasan, mengedukasi sesama anak supaya lebih memotivasi.

"Kedua, kalau tidak ada perlu tolong sudah tidak usah melakukan cangkrukan, kumpul-kumpul apa lagi melebihi jam 21.00 WIB, lebih baik gunakan aktivitas di rumah, belajar. Ketiga, aktivitas tengah malam, lebih baik dihentikan. Karena masa depan bangsa bergantung pada anak-anak sekalian," pungkasnya.



Simak Video "Polisi Tangkap 3 Pelaku Tawuran yang Tewaskan Remaja di Jaktim"
[Gambas:Video 20detik]
(dpe/iwd)