Sakit Menahun, Penjaga Keamanan Rumah Makan di Gresik Gantung Diri

Jemmi Purwodianto - detikJatim
Rabu, 28 Sep 2022 17:35 WIB
Polisi memeriksa TKP gantung diri
Lokasi kejadian gantung diri/Foto: Istimewa (Dok Polsek Kebomas)
Gresik -

Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Bagi Anda pembaca yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

Seorang penjaga keamanan restoran ditemukan gantung diri di rumah makan Ikan Bakar Cianjur (IBC) Jalan Veteran, Gresik. Pria bernama Sumardi (59) warga Kebomas, Gresik, ini ditemukan tewas gantung diri menggunakan selang air.

"Iya benar. Ditemukan dalam keadaan gantung diri menggunakan selang tadi pagi sekitar pukul 06.25 WIB oleh salah satu pegawai rumah makan ICB," kata Kanit Reskrim Polsek Kebomas, Ipda Ekwan Hudin, Rabu (28/9/2022).

Ekwan menjelaskan saat itu salah satu pegawai restaurant bernama Anton datang ke rumah makan IBC untuk melakukan jaga pagi dan bersih-bersih. Sekitar pukul 05.50 WIB, Anton menghubungi korban melalui sambungan teleponnya untuk menanyakan kunci.

"Korban ini penjaga keamanan rumah makan itu setiap malam. Biasanya setiap pagi saat rumah makan buka, korban memberikan kunci kepada Anton," jelas Ekwan.

Ekwan menambahkan karena tak kunjung menemukan korban, Anton melanjutkan membersihkan halaman depan Rumah Makan Cianjur. Saat membersihkan lantai, Anton melihat gudang belakang berdekatan sengan musala dalam posisi pintu tidak terkunci.

"Pada saat Anton membuka pintu gudang tersebut, korban dalam posisi bersandar di pojok gudang tidak bergerak. Anton pun melaporkan kejadian tersebut ke Puskesmas Gending," tambahnya.

Dikatakan Ekwan, setelah petugas Puskesmas Gending berasa di TKP, korban didapati dalam keadaan meninggal dengan kondisi leher terjerat pada selang air warna biru dengan panjang 1,5 meter.

"Saat ditemukan leher masih terjerat selang air berwarna biru. Kemudian kami menerima laporan dan saat dilakukan oemeirksan tidak ada randa-tanda kekerasan," tuturnya.

Dari hasil pemeriksaan, lanjut Ekwan, saksi bertemu korban terakhir Selasa (27/9/2022) sekitar pukul 22.00 WIB. Dalam pengakuannya, korban pernah bercerita kepada saksi bahwa korban memiliki riwayat penyakit diabetes dan punya masalah keluarga.

"Dari hasil pemeriksaan saksi, korban pernah bercerita menderita penyakit diabetes dan sedang memgalami masalah keluarga," tandasnya.



Simak Video "Nahas Kakek 64 Tahun Dikira Hanyut, Ternyata Gantung Diri"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)