Warga Jatim Diimbau Waspada DBD, 110 Orang Meninggal Selama 2022

Warga Jatim Diimbau Waspada DBD, 110 Orang Meninggal Selama 2022

Faiq Azmi - detikJatim
Rabu, 28 Sep 2022 13:06 WIB
Nyamuk demam berdarah.
Foto: Shutterstock
Surabaya -

Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jawa Timur telah merengut 110 jiwa sepanjang tahun 2022 ini. Sementara, jumlah yang terpapar ada sebanyak 8.894 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono mengimbau kepada masyarakat untuk menggalakkan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di lingkungannya. Apalagi, 2 bulan lagi Jatim akan masuk musim hujan.

"Kami imbau masyarakat menggalakkan PSN, karena ini mau masuk musim hujan," kata Erwin dalam keterangannya, Rabu (28/9/2022).

Erwin menjelaskan, PSN bisa digalakkan minimal satu minggu sekali melalui gerakan satu rumah satu jumantik. Gerakan ini bertujuan untuk meningkatkan peran serta dan pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan setiap keluarga untuk melakukan pemeriksaan, pemantauan, pemberantasan jentik nyamuk demi mengendalikan penyakit tular vektor khususnya DBD.

Lebih lanjut Erwin menjelaskan, PSN dapat dilakukan melalui kegiatan 3M plus, yaitu menguras/membersihkan bak mandi, vas bunga, tempat minum binatang peliharaan, tatakan dispenser, selanjutnya menutup rapat tempat penampungan air (TPA). Jika TPA tidak mungkin dikuras atau ditutup, maka bisa diberikan larvasida. Yang terakhir, menyingkirkan atau mendaur ulang barang bekas.

"Plus menghindari gigitan nyamuk dengan cara memberantas larva, memberikan larvasida, memelihara ikan pemakan jentik, memasang ovitrap, larvitrap, atau mosquitotrap menanam pohon pengusir nyamuk, memakai kelambu, repelent/anti nyamuk," jelasnya.

Erwin menjelaskan, jumlah penderita DBD di Jatim sebanyak 8.894. Angka itu merupakan total akumulasi dari awal tahun hingga bulan September 2022, di mana jumlah penderita paling banyak di bulan Januari yaitu sebesar 2.828 orang dengan jumlah kematian sebanyak 34 orang.

"Sedangkan di bulan Juli 2022 terjadi penurunan jumlah penderita yaitu sebanyak 616 orang dengan jumlah kematian sebanyak 9 orang, serta di bulan Agustus 2022 terjadi penurunan jumlah penderita lagi yaitu sebanyak 436 orang dengan jumlah kematian sebanyak 3 orang. Yang paling penting saat ini adalah fokus pada upaya pencegahan melalui PSN 3M plus," tegasnya.

Pemprov Jatim sendiri telah mengeluarkan Surat Edaran Gubernur Jawa Timur tentang Kewaspadaan DBD di musim hujan. Erwin berpesan, apabila ada anggota keluarga yang mengalami gejala DBD, seperti demam mendadak tinggi, nyeri sendi, nyeri otot dan/ atau muncul bintik-bintik kemerahan di kulit, segera periksakan ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

"Jangan ragu untuk langsung diperiksa ke Puskesmas atau layanan kesehatan terdekat," tandasnya.



Simak Video "Kasus DBD di Tasikmalaya Meningkat, Data Kematian Bertambah"
[Gambas:Video 20detik]
(fat/fat)