Naiknya Harga BBM Membuat Sejumlah Proyek di Tulungagung Gagal Lelang

Naiknya Harga BBM Membuat Sejumlah Proyek di Tulungagung Gagal Lelang

Adhar Muttaqien - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 21:38 WIB
Kepala Dinas PUPR Tulungagung Dwi Hary Subagyo
Kepala Dinas PUPR Tulungagung Dwi Hary Subagyo (Foto: Adhar Muttaqien)
Tulungagung -

Naiknya harga BBM berpengaruh langsung terhadap lelang proyek pembangunan di Tulungagung. Beberapa lelang harus dilakukan tender ulang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung, Dwi Hary Subagyo, mengatakan naiknya harga BBM tersebut mempengaruhi sejumlah komponen harga barang dan jasa, sehingga beberapa kontraktor memilih mundur dari proses lelang.

"Pertama karena kenaikan harga BBM akhirnya dihitung-hitung nilai HPS dengan nilai kontrak itu mereka rugi, akhirnya dilakukan retender," kata Dwi Hary, Selasa (27/9/2022).

Selain harga BBM, gagal lelang juga diakibatkan adanya persoalan pada penyedia jasa atau kontraktor. Mereka dinilai tidak memenuhi standar kualifikasi yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

"Persyaratan sangat ketat, misalnya alat ISO-nya kami persyaratkan, dukungan kita persyaratkan. Artinya beberapa rekanan tidak memenuhi standar alatnya itu, akhirnya ya enggak bisa, tidak ada pemenangnya," ujarnya.

Dwi mengatakan kemampuan kontraktor juga melebihi batas kemampuan pengelolaan paket pekerjaan, karena telah menang lelang proyek di beberapa kota.

"Sebetulnya dari sisi kemampuan memenuhi, tapi karena sudah menang di Blitar, Trenggalek dan kota lain, sehingga kemampuan paketnya melebihi, akhirnya tidak bisa nawar," jelasnya.

Dwi Hary mengakui adanya tender ulang tersebut membuat pelaksanaan pembangunan mundur dari skema yang telah diagendakan. meski demikian pihaknya optimistis tender ulang akan tuntas pekan ini.

"Kalau retender tidak bisa, ya sesuai aturan terpaksa kami lakukan penunjukan langsung," imbuhnya.

Dwi Harry menambahkan sejumlah persoalan tersebut menjadi bahan evaluasi instansinya untuk pelaksanaan proyek pembangunan tahun berikutnya. Rencananya pemerintah daerah akan mempercepat proses perencanaan di akhir tahun, sehingga pada awal tahun berikutnya paket proyek bisa diajukan lelang.

"Artinya di tahun berikutnya pelaksanaan pekerjaan itu jangan sampai mepet di pertengahan tahun anggaran. Makanya ke depan, untuk pekerjaan 2023 perencanaannya akan kami lakukan akhir 2022, sehingga awal tahun sudah bisa lelang," jelasnya.



Simak Video "Instruksi Jokowi ke Pemda Hadapi Kenaikan Harga BBM "
[Gambas:Video 20detik]
(iwd/iwd)