Hari Kereta Api: Sejarah dan Link Twibbon

Hari Kereta Api: Sejarah dan Link Twibbon

Tim detikJatim - detikJatim
Selasa, 27 Sep 2022 21:20 WIB
Argo Bromo Anggrek
Kereta Api/Foto: Argo Bromo Anggrek (KAI)
Surabaya -

Tahukah Anda jika 28 September diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional? Jika penasaran sejarahnya, yuk simak penjelasan berikut ini.

Kereta api telah menjadi transportasi favorit banyak orang. Sebab, moda transportasi ini dinilai nyaman dengan harga terjangkau, cepat, dan minim keterlambatan.

Dulu, kereta api kerap diidentikkan dengan transportasi yang tidak nyaman. Karena sebagian kelas tidak menggunakan pendingin udara, banyak pedagang asongan, banyak calo, kerap berdesak-desakan, hingga sering terlambat.

Sejak tahun 2009, kereta api mengalami transformasi di segala bidang. Hasilnya pun jelas dan bisa dinikmati hingga saat ini.

Kini, Anda akan merasakan kereta kelas ekonomi hingga eksekutif yang menggunakan pendingin udara, tanpa antrean tiket dan bebas calo, serta tanpa pedagang asongan. Hingga ruang tunggu yang nyaman dan jadwal yang tepat waktu.

Sejarah Hari Kereta Api

Hari Kereta Api Nasional berhubungan dengan sejarah kereta api itu sendiri. Perkeretaapian di Indonesia dimulai saat masa kolonial.

Melansir dari situs Heritage Kereta Api, pencangkulan pertama jalur kereta api dilakukan di jalur Semarang-Vorstenlanden (Solo-Yogyakarta) di Desa Kemijen, oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda, Mr LAJ Baron Sloet van de Beele tanggal 17 Juni 1864. Pembangunan dilaksanakan oleh perusahaan swasta Nederlansch Indische Spoorweg Maatschappij (NISM).

Sementara itu, pemerintah Hindia Belanda membangun jalur kereta api negara melalui Staatssporwegen (SS) pada tanggal 8 April 1875. Rute pertama SS meliputi Surabaya-Pasuruan-Malang.

Keberhasilan NISM dan SS mendorong investor swasta membangun jalur kereta api lain. Seperti Semarang Joana Stoomtram Maatschappij (SJS), Semarang Cheribon Stoomtram Maatschappij (SCS), Serajoedal Stoomtram Maatschappij (SDS), Oost Java Stoomtram Maatschappij (OJS), Pasoeroean Stoomtram Maatschappij (Ps.SM), Kediri Stoomtram Maatschappij (KSM), Probolinggo Stoomtram Maatschappij (Pb.SM), Modjokerto Stoomtram Maatschappij (MSM), Malang Stoomtram Maatschappij (MS), Madoera Stoomtram Maatschappij (Mad.SM), dan Deli Spoorweg Maatschappij (DSM).

Stasiun kereta api merupakan salah satu saksi bisu yang menjadi peninggalan Belanda untuk Indonesia. Di zaman itu, kereta apinya seperti apa, ya?Stasiun kereta api zaman Belanda/Foto: Dok. Tropenmuseum

Selain di Jawa, pembangunan jalur kereta api dilaksanakan di Aceh (1876), Sumatra Utara (1889), Sumatra Barat (1891), Sumatra Selatan (1914), dan Sulawesi (1922). Sampai akhir tahun 1928, panjang jalan kereta api dan trem di Indonesia mencapai 7.464 km, dengan perincian rel milik pemerintah sepanjang 4.089 km dan swasta sepanjang 3.375 km.

Pada 1942 Pemerintah Hindia Belanda menyerah tanpa syarat kepada Jepang. Sejak itu, perkeretaapian Indonesia diambil alih Jepang dan berubah nama menjadi Rikuyu Sokyuku (Dinas Kereta Api).

Selama penguasaan Jepang, operasional kereta api hanya diutamakan untuk kepentingan perang. Namun, Jepang juga melakukan pembongkaran rel sepanjang 473 km yang diangkut ke Burma untuk pembangunan kereta api di sana.

Setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945, beberapa hari kemudian dilakukan pengambilalihan stasiun dan kantor pusat kereta api yang dikuasai Jepang.

Puncaknya adalah pengambilalihan Kantor Pusat Kereta Api Bandung tanggal 28 September 1945. Yang kemudian diperingati sebagai Hari Kereta Api Nasional. Sebab, itu sekaligus menandai berdirinya Djawatan Kereta Api Indonesia Republik Indonesia (DKARI).

Ketika Belanda kembali ke Indonesia tahun 1946, Belanda membentuk kembali perkeretaapian di Indonesia bernama Staatssporwegen/Verenigde Spoorwegbedrif (SS/VS). Yakni gabungan SS dan seluruh perusahaan kereta api swasta kecuali DSM.

Kereta Api Kini

Setelah DKARI, perusahaan kereta api Indonesia juga mengalami berbagai perubahan nama. Yakni Djawatan Kereta Api (DKA), Perusahaan Nasional Kereta Api (PNKA), Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), Perusahaan Umum Kereta Api (PERUMKA), hingga PT Kereta Api Indonesia (Persero)

Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (Persero) memiliki tujuh anak perusahaan. Yakni PT Reska Multi Usaha (2003), PT Railink (2006), PT Kereta Api Indonesia Commuter Jabodetabek (2008), PT Kereta Api Pariwisata (2009), PT Kereta Api Logistik (2009), PT Kereta Api Properti Manajemen (2009), dan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (2015).

Link Twibbon Hari Kereta Api

Bagi pecinta kereta api, ayo meriahkan Hari Kereta Api dengan memasang twibbon. Berikut link twibbon Hari Kereta Api 2022:



Simak Video "Balai Yasa Manggarai Pensiunkan 209 Gerbong Kereta di 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(hse/sun)